JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Kronologi Bentrok Kelompok PSHT dan Rombongan Pelayat di Jumantono Versi Polisi! 

Bentrok terjadi tepatnya di Jalan Jumapolo-Karanganyar, di Dusun Tugu, Desa Tugu, Jumantono, Karangnyar. Dua kelompok massa yang terlibat adalah PSHT dan rombongan pelayat yang telah selesai melaksanakan pemakaman jenazah eks napiter Noeim Ba'asyir. / Tim Joglosemarnews.com
Bentrok terjadi tepatnya di Jalan Jumapolo-Karanganyar, di Dusun Tugu, Desa Tugu, Jumantono, Karangnyar. Dua kelompok massa yang terlibat adalah PSHT dan rombongan pelayat yang telah selesai melaksanakan pemakaman jenazah eks napiter Noeim Ba’asyir.
/ Tim JOGLOSEMARNEWS.COM

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Kepolisian Karanganyar terus mengintensifkan pemeriksaan dan penyelidikan terkait insiden ketegangan antara dua kelompok massa yang berujung bentrok fisik di Desa Tugu, Kecamatan Jumantono, Karanganyar, Minggu (24/2/2019) siang.

Pihak Reskrim Polres setempat kembali memanggil dan memeriksa sejumlah saksi terkait peristiwa yang dilaporkan melukai lima orang dan merusakkan 10 sepeda motor itu.

“Masih kita lakukan penyelidikan. Kami sudah panggil lagi dan periksa saksi-saksi. Ada dua saksi lagi yang kami mintai keterangan,” papar Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi melalui Kasat Reskrim AKP Purbo Adjar Waskito kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (1/3/2019).

Kasat Reskrim menyampaikan dua saksi saksi itu semua berasal dari masyarakat di sekitar lokasi kejadian. Mereka diperiksa dan dimintai keterangan seputar insiden tersebut.

Dua saksi baru itu menambah tiga orang saksi yang sebelumnya sudah dipanggil dan dimintai keterangan.

Menurut Kasat, keterangan mereka diperlukan untuk menentukan kesimpulan bagaimana insiden bentrokan bermula dan apa pemicunya.

“Saksinya dari masyarakat sekitar situ (TKP). Apa yang mereka lihat dan kejadiannya bagaimana yang mereka tahu. Nanti dari keterangan saksi-saksi baru kita simpulkan bagaimana kejadian sesungguhnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Siap-Siap, Mulai Bulan Depan, Tak Pakai Masker di Karanganyar Bakal Didenda Rp 20.000. Simak Ketentuan Lainnya!

Perihal kronologinya dari hasil penyelidikan, Kasat menyampaikan kejadian berlangsung spontan. Menurutnya tak ada yang mengawali.

Saat kedua rombongan berpapasan di jalan Jumantono, insiden langsung terjadi bentrok.

“Jadi pemicunya apa juga masih didalami. Yang jelas semua spontan terjadi. Begitu kedua kelompok berpapasan, terjadi gesekan itu,” terangnya.

Perihal apakah sudah ada yang mengarah ditetapkan tersangka, Kasat Reskrim menyampaikan sejauh ini belum ada. Pihaknya masih mengintensifkan penyelidikan kasus tersebut.

Seperti diberitakan, insiden bentrokan itu terjadi antara dua kelompok yakni PSHT dan rombongan pelayat. Lima orang dilaporkan mengalami luka ringan.

Selain itu, 10 sepeda motor milik para anggota salah satu kelompok massa, rusak dalam insiden yang sempat membuat suasana mencekam tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun Tim JOGLOSEMARNEWS.COM , bentrokan terjadi tepatnya di Jalan Jumapolo-Karanganyar, di Dusun Tugu, Desa Tugu, Jumantono, Karangnyar.

Baca Juga :  Polres Karanganyar Usut Izin Senjata Yang Digunakan Untuk Menembak Mati Kucing Anisa asal Colomadu. Peradi Sebut Pelaku Penganiaya Binatang Bisa Dijerat Pasal 302 KUHP

Kronologisnya, menurut sejumlah saksi mata, dua kelompok massa yang terlibat adalah PSHT dan rombongan pelayat yang telah selesai melaksanakan pemakaman jenazah eks napiter Noeim Ba’asyir.

Saat itu, rombongan PSHT hendak menghadiri kegiatan di Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri. Pada saat bersamaan, datang rombongan pelayat dari arah Kota Solo menuju TPU di Polokarto, Sukoharjo. Perjalanan rombongan pelayat tertutup massa PSHT di sekitaran Pasar Bekonang.

Suasana sempat menghangat karena massa PSHT diperingatkan untuk minggir namun diduga malah menggebrak motor. Tapi suasana bisa dikondisikan dan perjalanan kedua rombongan bisa dilanjutkan.

Selesai pemakaman, rombongan pelayat keluar dari TPU.  Dari arah berlawanan ada massa PSHT 100 orang yang ditengarai menggeber-geber motor.

Kedua massa akhirnya bertemu dan terjadilah aksi saling serang. Massa PSHT yang sebagian besar masih usia remaja, kocar kacir dan lari masuk ke perkampungan.

Akibat kejadian itu 10 motor anggota PSHT rusak. Sementara lima orang dikabarkan mengalami luka ringan. Wardoyo