JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Mahasiswa Lawan Pembubaran Suara USU oleh Rektor

pers
ilustrasi/teras.id

MEDAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Para pengurus lembaga pers Suara USU melakukan perlawanan terhadap keputusan Rektor USU Runtung Sitepu yang membubarkan media kampus tersebut.

Alasan pembubaran oleh Rektor terbilang aneh, lantaran media tersebut pernah memuat cerpen (karya fiksi) yang dianggap mengandung unsur pornografi dan LGBT.

Yael Stefani Sinaga, yang sebelumnya menjabat sebagai Pimpinan Umum Suara USU mengatakan hal yang dilakukan rektorat tersebut merupakan bentuk pembungkaman terhadap lembaga pers mahasiswa yang selama ini kritis terhadap kampus.

Dikatakannya, mereka saat ini sedang berkonsolidasi dengan lintas organisasi. Mulai pegiat jurnalistik hingga seniman untuk menyatukan dukungan.

“Kami menuntut rektor mencabut SK pembubaran itu. Supaya jangan sampai lagi ada intervensi kebebasan pers mahasiswa,” ujar mahasiswi Departemen Antropologi Fisip USU tersebut, Rabu (27/3/2019).

Baca Juga :  Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber: Pelaku Alfin Andrian Bawa Pisau dari Rumah, Polisi Sebut Ada Indikasi Rencana Pembunuhan

Yael juga menjelaskan, Pihaknya akan membahas langkah-langkah untuk menuntut rektorat melakukan pencabutan SK. Saat ini mereka sudah membentuk Solidaritas Mahasiswa Bersuara (SOMBER).

Sebelumnya, Yael Cs juga mengaku saat menggelar diskusi lintas elemen di sekretariat Suara USU, Jalan Universitas (Pintu 1) USU, Selasa (26/3/2019) petang sempat akan dibubarkan oleh pihak rektorat.

Aksi itu pun, Kata Yael memancing reaksi para mahasiswa yang hadir. Bahkan suasana sedikit memanas karena terjadi perdebatan dengan pihak rektorat.

”Setelah berdebat akhirnya pihak rektorat meninggalkan lokasi dan membiarkan diskusi tetap berlangsung,” jelasnya.

Baca Juga :  Jokowi Ingatkan Kebebasan Berpendapat di Indonesia Kerap Dibajak

Sementara itu, Kepala Bagian Humas USU Elvi Sumanti membantah jika pihaknya membubarkan diskusi. “Gak ada pembubaran,” ujar Elvi. Kata Elvi, diskusi sore itu dilakukan setelah SK pembubaran diterbitkan. Sehingga sekretariat itu tidak boleh lagi digunakan Yael Cs.

“Bagian kemahasiswaan datang untuk mengingatkan mereka. Kalaupun mau bikin diskusi itu, kan bisa di tempat lain,” tukasnya.

Diketahui Sebelumnya, Usai dibubarkan, Rektor USU Runtung Sitepu sudah memerintahkan jajarannya membentuk struktur baru kepengurusan Suara USU.

Nantinya ada 36 nama para pengurus baru yang dipilih dari mahasiswa yang aktif di Unit Jurnalistik dibawah Biro Kemahasiswaan yang diseleksi lebih lanjut oleh Runtung Sitepu sebagai rektor.

www.teras.id