JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Miris, Banyak Warga Miskin di Sragen Ternyata Belum Bisa Nikmati Listrik. Tergerak, Kapolres Terjun Beri Bantuan Listrik Sampai Bikin Warga Menangis! 

Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan saat memberikan bantuan instalasi listrik ke nenek miskin di Kaliwedi, Gondang, Jumat (1/3/2019). Foto/Wardoyo
Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan saat memberikan bantuan instalasi listrik ke nenek miskin di Kaliwedi, Gondang, Jumat (1/3/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sejumlah warga miskin di Sragen ternyata masih banyak yang belum bisa menikmati listrik. Fakta itu rupanya memantik Polres Sragen untuk bergerak melakukan penanganan.

Melalui program Pijar Bhayangkara, Kapolres Sragen terjun langsung menyalurkan bantuan listrik bagi warga tidak mampu di sejumlah wilayah kecamatan.

Salah satunya di Desa Kaliwedi, Gondang, Jumat (1/3/2019). Ada tiga warga miskin yang mendapat berkah disambangi Kapolres siang itu.

Dua diantaranya mendapat bantuan sembako dan satu lainnya, Mbah Suliyem (75) mendapat bantuan listrik.

Baca Juga :  Tambah 6 Positif dan 1 Sembuh, Berikut Daftar Lengkap Pasien Positif Covid-19 Sragen Hari Ini. Ada 3 Orang dari Gemolong dan 2 dari Masaran!

Dalam keterangannya, Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan mengatakan program baksos Pijar Bhayangkara itu digelar rutin oleh Polres.

Program itu digagas untuk membantu

warga utamanya yang kurang beruntung dan kurang mampu. Baik dari kondisi ekonomi maupun yang belum bisa menikmati aliran listrik.

“Mereka yang memang selama ini belum pernah memasang listrik, terlebih merasakan terangnya listrik di dalam rumahnya,” papar Kapolres.

Dalam perjalanan, Kapolres sempat berpapasan dengan Paini. Saat berjalan menuju lokasi rumah penerima bantuan,  Suliyem (75) dan Marimin (80), Kapolres sempat berbincang dengan Paini.

Baca Juga :  Tambah 6 Lagi, Kasus Covid-19 Sragen Melonjak Jadi 433 Kasus Positif Hari Ini. Tiga Orang dari Gemolong, Dua Orang Dirawat di Rumah Sakit, Total Sudah 59 Meninggal Dunia

“ Mau kemana mbah..? tanya Kapolres. Mbah Paini yang ternyata juga tinggal.sebatang kara itu kemudian terharu saat Kapolres memberinya sedikit uang. Ia langsung menangis tak menyangka.

Rupanya tetangga Mbah Paini menceritakan bahwa selama ini nenek renta itu hidup sendirian, tak bekerja dan tak ada sanak saudara yang mengurusnya.

Paini yang mendapat berkah langsung mengucap terimakasih kepada Kapolres.

“Matur nuwun Pak. Mugi Gusti tansah mberkahi,” kata Mbah Paini sembari terbata-bata. Wardoyo