loading...
Loading...
Foto kunjungan DPRD Prov Jatim ke Pabrik Air Mancur. Foto/Istimewa

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM- Tim Komisi E DPRD Provinsi Jatim menggeruduk pabrik jamu PT Air Mancur, Selasa (12/3/2019). Namun mereka mendatangi Pabrik Jamu Air Mancur untuk kepentingan studi banding perihal manajemen dan kepentingan penyusunan aturan.

General Manager Manufacture PT Air Mancur, Bambang Priyambodo mengatakan konsumsi jamu sudah menjadi gaya hidup sehat yang terus dipertahankan masyarakat Indonesia.

“Manfaat alami dari jamu membawa kebaikan untuk tubuh dan masyarakat menyadari betul manfaatnya. Dan membuat bisnis kami meningkat dari tahun ke tahun,” jelasnya usai menerima  kunjungan kerja DPRD Propinsi Jawa Timur, Selasa (12/3/2019).

Saat ini lanjut Bambang Priyambodo industri herbal di Indonesia menunjukkan tren positif seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap khasiat bahan herbal.

Baca Juga :  Tertangkap Karaoke di Malam Ramadhan, Sejumlah Pria Panik Saat Dirazia Polisi. Sebagian LC Sibuk Tutupi Wajah 

“Terbukti saat ini bisnis produk herbal mengalami peningkatan setiap tahunnya dan diprediksi hingga 2020 mendatang mencapai 20 Triliun,” terangnya.

Ditambahkan Bambang Indonesia kaya akan jenis tanaman obat, ada lebih 25 ribu jenis tanaman obat tumbuh di Indonesia. Menurutnya sekitar 70 persen dari tanaman obat yang ada di dunia tumbuh subur di Indonesia.

“Hanya pemanfaatannya belum maksimal,” tandasnya.

Sedangkan kendala yang banyak dihadapi dalam industri hebal adalah ketersediaan bahan baku yang dipasok dari petani. Produksi jamu herbal ini membutuhkan lebih dari 120 jenis tanaman obat, seperti kunyit, jahe, temulawak, lengkuas, kapulaga dan kencur.

Baca Juga :  Bupati dan Kapolres Karanganyar Imbau Warga Tak ke Jakarta 22 Mei 2019. Ada Apa? 

“Dan kami konsisten melestarikan jamu sebagai warisan dan kekayaan asli Indonesia. Salah satunya menggelar edukasi pada generasi muda melalu kampanye minum jamu dan mencintai produk herbal,” paparnya.

Diwaktu yang sama PT Air Mancur juga sedang menerima kunjungan dari rombongan anggota Komisi E DPR Propinsi Jawa Timur yang dipimpin Ketua Komisinya, Hartoyo. Kunjungan ini bertujuan untuk studi banding untuk pembuatan Perda terkait obat tradisional.

“Kita sengaja datang ke PT Air Mancur yang sudah lama berdiri, sebagai reverensi untuk penyempurnaan Perda yang akan kami buat,” papar Ketua Komisi E Hartoyo.

Baca Juga :  Jelang 22 Mei, Polres-TNI Karanganyar Patroli Penyekatan Besar-besaran di Sejumlah Titik 

Nantinya dalam perda yang akan dibuat lanjut Hartoyo akan dibuatkan suatu regulasi terkait syarat-syarat bagaimana obat herbal itu nanti seharusnya. Seperti apa ukuran dan kompisisinya. Karena penggunaan takaran yang tidak pas bisa membahayakan kesehatan masyarakat. Wardoyo

 

Loading...