JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Pemusnahan Ribuan Buku dan Disertasi Munculkan Pro Kontra, Reorganisasi di LIPI Dibilang Amburadul

gedung LIPI
Ilustrasi/teras.id

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemusnahan ribuan buku, termasuk disertasi dan tesis koleksi Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), telah memunculkan pro dan kontra di kalangan internal.

Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI, Syamsuddin Haris mengatakan, pemusnahan buku dan disertasi yang dicetuskan oleh Kepala LIPI Laksana Tri Handoko tersebut demi kebijakan reorganisasi yang amburadul, salah kaprah, dan keblinger.

“Ini jelas kabar duka bagi perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia,” kata Syamsuddin saat dihubungi, Selasa (12/3/2019).

Syamsuddin menyebut pemusnahan buku itu terkait rencana dilakukannya digitalisasi. Tapi, dua truk yang berisi buku, disertasi dan tesis sudah dimusnahkan sebelum digitalisasi dilakukan. Ia menuturkan, pemusnahan ribuan buku itu dilakukan pada awal Februari 2019.

Baca Juga :  Ketua KPU Positif Covid-19: Kantor KPU Bakal Disterilisasi, Para Pegawai Bekerja dari Rumah hingga Selasa

“Dilakukan pada malam hari. Semua bukti sudah dihilangkan. Termasuk buku log di satpam dan kamera pengawas (CCTV) ,” ucap Syamsuddin.

Dalam foto yang diberikan Syamsuddin, belasan rak buku di ruang perpustakaan PDII LIPI tampak kosong. Hanya tinggal beberapa buku saja yang tersisa.

Sementara itu, LIPI telah membantah insiden tersebut. Melalui akun Twitter resmi @lipiindonesia, sejumlah cuitan ditulis untuk menjelaskan perkara pemusnahan tersebut yang dianggap telah disalahartikan.

Saat itu, LIPI tengah meningkatkan kualitas pendokumentasian informasi ilmiah. LIPI disebut melakukan proses weeding atau penyiangan koleksi yang sudah tidak relevan dengan kebutuhan zaman serta secara fisik sudah rusak parah.

Baca Juga :  KPU Sahkan Perubahan Peraturan Kampanye Pilkada dalam Masa Pandemi: Konser Musik hingga Kegiatan Perlombaan Dilarang, Ngeyel akan Langsung Dibubarkan

“Mekanisme weeding adalah proses normal di dunia perpustakaan untuk memeriksa koleksi perpustakaan, judul per judul untuk penarikan permanen berdasarkan kriteria penyiangan, terutama kondisi fisik koleksi tsb. Juga memberikan tempat bagi datangnya ilmu pengetahuan baru,” demikian cuitan LIPI, Selasa (12/3/2019).

Sementara untuk koleksi tesis dan disertasi, koleksi yang disimpan di PDDI LIPI adalah salinan tesis dan disertasi untuk dokumentasi metadata.

Versi asli tetap berada di perguruan tinggi asal. Sebelum dilakukan digitalisasi atau penyiangan, PDDI LIPI memastikan tesis dan disertasi aslinya masih tersimpan di perguruan tinggi asal.

www.teras.id