loading...
Loading...
Pesawat Garuda Indonesia. Garuda-Indonesia.com

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM– Persaudaraan Pengusaha Travel Umrah Haji Indonesia (Perpuhi) melaporkan maskapai Garuda Indonesia ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait kebijakan pembelian tiket umrah yang hanya diserahkan kepada tiga biro. Kebijakan tersebut dinilai menaikkan biaya umroh bagi travel di Solo.

Ketua Perpuhi, Her Suprabu mengungkapkan, Garuda Indonesia termasuk Kantor Cabang Surakarta tidak menjual rute Solo-Jeddah dan Solo-Madinah secara langsung melainkan melalui tiga agen besar di Jakarta, yaitu Maktour, NRA, dan Kanomas.

Baca Juga :  Milad ke-20 Tahun, Solopeduli Memberdayakan dan Memandirikan Negeri

“Kami menyayangkan kebijakan tersebut karena dengan melalui tiga agen besar itu para pengusaha travel umrah Solo sudah tidak bisa memesan tiket secara langsung kepada Garuda Indonesia Cabang Surakarta. Dengan demikian, kami harus membeli tiket kepada agen yang ditunjuk dengan harga lebih mahal. Dari sekitar Rp13,6-13,7 juta menjadi Rp15,6 juta. Kenaikannya sekitar 15 persen,” paparnya, Jumat (29/3/2019).

Baca Juga :  Unisri Surakarta Mewisuda 403 Lulusan Baru, 168 Diantaranya Cumlaude

Her menambahkan, dengan peningkatan harga tersebut dapat menghambat berkembangnya biro umroh kecil yang ada di Solo.

“Selain itu, untuk mendapatkan tiket memerlukan waktu yang cukup lama untuk dikonfirmasi dari agen tersebut,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pilwakot Solo 2020, Meski Tidak Mudah, Tiga Nama Bakal Jajal Jalur Independen

Ditambahkan Pengurus Bidang Keanggotaan Perpuhi sekaligus pemilik agen travel Ameera Tour, Amir Basari, pihaknya selama ini selalu mengandalkan Garuda Indonesia dalam setiap perjalanan umrah.

“Kalau tetap demikian maka kami menggunakan opsi lain, yaitu memakai maskapai lain. Tahun ini harapannya bisa mendatangkan Citilink yang harganya lebih terjangkau,” ungkapnya. Triawati PP

Loading...