JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Pilkades Sumberejo Karanganyar Bergolak dan Berujung Gugatan PTUN. Bagaimana Nasib Kades Terpilih, Begini Jawaban Pemkab Karanganyar 

Ilustrasi Warga Desa Jati saat menyampaikan tuntutan Pilkades ulang Rabu (27/2/2019). Foto/Wardoyo
Ilustrasi Warga Desa Jati saat menyampaikan tuntutan Pilkades ulang Rabu (27/2/2019). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR,JOGLOSEMARNEWS.COM Calon kepala desa Sumberejo, Kecamatan Kerjo, Djumadi yang kalah dalam Pilkades serentak beberapa waktu lalu resmi mengajukan gugatan ke Pangadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang. Gugatan diajukan lantaran ia keberatan dengan hasil pilkades yang diduga diwarnai kecurangan sehingga hasil akhir berselisih tipis untuk kemenangan petahana.

Terkait gugatan itu, Pemkab pun tidak mempersoalkan. Kepala bagian pemerintah desa dan kelurahan Setda Karanganyar, Timotius Suryadi, tidak mempersoalkan jika ada pihak-pihak yang tidak menerima hasil pilkades dan akan mengajukan gugatan ke PTUN.

“Silahkan mengajukan gugatan atas keputusan bupati yang melantik para kades terpilih ini. Mereka yang mengajukan gugatan tentu memiliki alasan, kami juga memiliki alasan yang cukup kuat untuk melantik para kades. Biar nanti pengadilan TUN yang memutuskan,” tandasnya.

Baca Juga :  Curhat Pilu Keluarga Korban Meninggal Positif Covid-19 Asal Perum Ngringo Karanganyar. Beban Moral Hadapi Stigma Warga Saat Isolasi Mandiri, Baru Lega Setelah Hasil Swab Negatif

Menurutnya, gugatan PTUN tidak mempengaruhi proses pelantikan Kades terpilih yang sudah dilakukan tanggal 21 Maret lalu.

Sebelumnya, Djumadi mengatakan telah menggandeng 7 orang penasehat hukum untuk mendapingnya mengajukan gugatan terhadap hasil pilkades. Menurutnya, salah satu alasan mengajukan gugatan tersebut, dalam pelaksanaan pilkades lalu, banyak terjadi kecurangan.

Akibat kecurangan tersebut, menurut Djumadi, dia harus kalah dengan Sutopo, yang merupakan calon petahana dengan selisih 57 suara. Sutopo memperoleh 1.145 suara, Djumadi 1.088 suara, Wiyono 15 suara.

“Negara kita itu negara demokrasi. Kalah menang itu hal biasa. Tapi Proses demokrasi itu ya harus benar. Harus sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku, jangan sampai aturan di langgar,” kata dia, Sabtu (23/03/2019).

Baca Juga :  Astagfirullah, Jumlah Warga Karanganyar Meninggal Terkait Covid-19 Sudah Mencapai 80 Orang. Jumlah Kasus Positif Melonjak Jadi 414, Suspek 1.867

Sementara itu, Wijayono Hadi Sukrisno, saah satu tim penasehat hukum Djumadi, melalui telepon selularnya menjelaskan akan menempuh jalur hukum baik melalui PTUN maupun pidana.

Untuk gugatan ke PTUN, menurutnya proses awal sudah dilalui dengan mengirim nota keberatan kepada panitia pilkades Desa Sumberejo dengan tembusan kepada Bupati malalui Camat.

“Saya bersama tim penasehat hukum yang lain, telah mengumpulkan bukti-bukti pelanggaran yang akan saya ajukan ke PTUN. Sedangkan untuk pidananya nanti akan saya ajukan kepada aparat kepolisian,” jelasnya. Wardoyo