JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sambangi PT DJP Sragen, Koordinator BPSDMI Kemenperin Akui Banyak Lulusan Sekolah Jadi Pengangguran. Sebut Bakal Buka 72.000 Kuota Pelatihan! 

Koordinator BPSDMI Kemenperin, Mujiyono saat berpose bersama Dirut PT DJP Sragen, Alan dan Bupati Sragen. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Koordinator BPSDMI Kemenperin, Mujiyono saat berpose bersama Dirut PT DJP Sragen, Alan dan Bupati Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Setiap tahun sektor industri di Indonesia butuh 600.000 orang tenaga kerja. Namun hal itu belum bisa terpenuhi lantaran banyak lulusan sekolah tingkat sekolah yang mismatch dengan kebutuhan.

Hal itulah yang memicu banyaknya lulusan sekolah yang akhirnya jadi pengangguran. Hal itu disampaikan Koordinator BPSDMI Kementerian Perindustrian, Mujiyono saat berkunjung membuka pelatihan di Sragen, kemarin.

“Industri setiap tahunnya butuh 600.000 orang belum bisa memenuhi, di satu sisi lulusan sekolah banyak yang nganggur belum bisa mengisi. Kenapa? Karena adanya mismatch antara lulusan sekolah dengan kebutuhan sektor industri,” paparnya.

Usai membuka Diklat 3 in 1 Operator Mesin Garmen Angkatan ke-2 di PT Delapan Jaya Perkasa, Cantel Kulon, Sragen Mujiyono mengatakan, tahun ini pihaknya butuh 72.000 orang yang akan dilatih dan siap bekerja. Syaratnya harus bersertifikasi kompetensi.

Baca Juga :  Kronologi Petani Duyungan Sragen Tewas Kesetrum Jebakan Tikus di Sawahnya. Niatnya Selamatkan Tanaman Jagung, Malah Ditemukan Tak Bernyawa oleh Putrinya

“Jadi Menteri Perindustrian itu membuat satu program bagaimana sampai tahun 2019 itu bisa mensertifikasi 1 juta tenaga kerja sektor industri. Jadi industri itu bisa berkembang kalau didukung tenaga kerja yang kompeten,” paparnya.

Menurutnya, ada enam langkah yang dilakukan menuju ke sana, diantaranya mengembangkan pokasi industri berbasis kompetensi yang link and match dengan industri, supaya tidak terjadi pengangguran. Kemudian membangun Politeknik di setiap kawasan industri.

Menyinggung soal Diklat yang dilakukan PT Delapan Jaya Perkasa, di mana baru 200 orang yang dilatih untuk mendapat kompetensi. Padahal tahun 2018 ini tenaga kerja yang telah diserap di sektor industri sebanyak 18.000.250, naik dari tahun 2017 sebanyak  17.000.500.

Baca Juga :  Tertular dari Tahu Kupat Solo, Warga Kalijambe Sragen Yang Positif Covid-19 Akhirnya Berhasil Sembuh. Berjuang Selama 12 Hari, Jadi Pasien Sembuh ke-57

Direktur PT Delapan Jaya Perkasa, Alan Darma Saputra Koeshendro mengatakan, pihaknya melatih 200 tenaga kerja, terdiri 100 orang dan 100 orang yang ikut uji kompetensi. Semua yang ikut kompetensi tersebut bakal dipekerjakan di perusahaannya.

Namun tidak serta merta mereka diterima, tetapi masih ada tahapan tes yang harus dilalui, termasuk training terlebih dahulu. Saat ini, jumlah karyawannya sendiri ada sekitar 500 orang lebih.

“Cuma nanti ada seleksi lagi, adakan training lagi. Kalau lolos semua pasti kita akan terima, emang komitmenya pasti akan diterima,” kata Alan.

Diklat Operator Mesin Garmen tersebut juga dihadiri Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Untung Sugihantoro serta sejumlah pejabat lainnya. Wardoyo