JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Sebagian Besar Pendukung Prabowo-Sandi  Ragukan Kemampuan KPU dan Bawaslu

pilpres
Ilustrasi
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Ilustrasi

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM –  Sebanyak 11 – 12 persen pemilih kurang meyakini kemampuan Komisi Pemilihan Umun (KPU) dan Bawaslu  dalam menyelenggarakan Pemilu 2019.

Dari jumlah  pemilih yang meragukan kemampuan dan netralitas KPU  tersebut cenderung  didominasi  oleh para pendukung pasangan Prabowo-Sandi.

Demikian hasil sigi dari lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

“Dan kecenderungan untuk tak meyakini KPU atau Bawaslu lebih tinggi di kalangan pendukung Prabowo – Sandi dibandingkan pendukung Jokowi – Ma’ruf,” kata Deni Irvani, Direktur SMRC di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (10/3/2019).

Dalam survei itu, pendukung Joko Widodo atau Jokowi – Ma’ruf Amin yang kurang atau tak yakin dengan kemampuan KPU hanya 4-5 persen.

Sementara di kubu pendukung Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, angka ketidakyakinan terhadap KPU mencapai 23-25 persen.

Baca Juga :  Menko Luhut Buka-bukaan soal Omnibus Law: Saya Mulai Ketika Masih Jadi Menko Polhukam

“Begitu pula dengan Bawaslu, hanya 5-6 persen pendukung Jokowi – Ma’ruf yang kurang atau tak yakin dengan kemampuan Bawaslu. Sementara di kubu pendukung Prabowo – Sandi ketidakyakinan pada Bawaslu mencapai 19-21 persen,” ujar Deni.

Deni juga membeberkan temuan survei soal isu-isu yang menerpa KPU dalam pemilu 2019 ini, yaitu isu 7 kontainer surat suara tercoblos dan isu soal kotak suara kardus.

Dalam kasus isu surat suara tercoblos, lebih dari 75 persen pendukung Jokowi – Ma’ruf tak mempercayai isu itu, sedangkan pendukung Prabowo – Sandi hanya 49 persen yang tak memercayainya.

“Dalam kasus kotak suara kardus, 30 persen pendukung Jokowi – Ma’ruf percaya bahwa itu bisa menjadi sumber kecurangan, sementara 47 persen pendukung Prabowo – Sandi yang memercayainya,” tutur Deni.

Baca Juga :  Pangandaran Diguncang Gempa M 4,6 Selasa Dini Hari

Deni mengatakan sikap responden terbelah dalam isu kotak suara kardus ini. Mereka yang meyakini maupun yang tidak meyakini bahwa kotak surat suara kardus dapat menjadi sumber kecurangan berada di kisaran angka yang sama, yaitu 35 persen.

Survei ini digelar pada 24 hingga 31 Januari 2019. Populasi survei ini adalah seluruh WNI yang memiliki hak pilih dalam pemilu 2019. Dari populasi itu, dipilih secara random sebanyak 1.620 responden. Responden yang dapat diwawancarai secara valid sebesar 1.426 atau 88 persen.

Margin of error survei ini berkisar kurang lebih di angka 2,65 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan asumsi simple random sampling. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel.

www.tempo.co