loading...
Loading...
Penampakan awan tebal unik di atas lereng Gunung Lawu. Foto/FB

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM- Masyarakat dikejutkan dengan kemunculan fenomena awan aneh di atas lereng Gunung Lawu. Penampakan awan aneh menyerupai topi bergulung tebal itu mendadak menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet.

Fenomena alam nan menakjubkan itu terlihat jelas dari wilayah lereng Lawu bagian selatan. Dari berbagai sumber yang mengunggah foto-foto awan aneh itu menyebut penampakan awan berwarna jingga itu terlihat berada di atas lereng Gunung Lawu wilayah Magetan, Jatim.

Baca Juga :  Terungkap, Ini Penyebab Adanya 2.200 Janda Baru di Karanganyar. Faktor Ekonomi dan Selingkuh Jadi Pemicu 

Kemunculan awan aneh itu juga banyak beredar dan diunggah di beberapa akun media sosial. Salah satunya beredar di media sosial Facebook (FB) grup Info Seputar Klaten (ISK).

Beberapa akun bahkan mengunggah foto dari berbagai sudut pengambilan. Nampak awan jingga itu menghiasi puncak Lawu dan menambah eksotisme pemandangan Lawu.

Foto awan tebal menyerupai topi, ada pula yang menyebut mirip lesus itilu beredar sejak Jumat (8/3/2019) sore. Salah satu postingan foto-fotonya diunggah oleh akun facebook bernama Khoirul yang diberi judul ‘Gunung Lawu sore tadi sekitar jam 17.00 WIB”.

Baca Juga :  Serahkan Penghargaan untuk Karanganyar, Jusuf Kalla Sebut Apa Artinya Teknologi Tinggi Tapi Kepala Daerahnya Tak Cerdas! 

Postingan foto-foto eksostis awan lereng Lawu itu diposting pada grup Facebook Info Seputar Klaten (ISK) 8 Maret 2019 malam sekitar pukul 22.20 WIB.

Sontak saja, kemunculan foto itu langsung mengundang jempol dan komentar takjub dari para netizen. Dalam sekejap unggahan itu langsung diserbu jempol.

Baca Juga :  Akhir Tragis Mbah Wongso Ditemukan Tewas Bunuh Diri Nggantung di Pohon Rambutan. Pemicunya Bikin Miris... 

Ternyata fenomena awan serupa juga pernah muncul di Malang dan pihak BMKG menyebut fenomena awan tersebut biasa disebut Awan Lentikularis.

Fenomena itu dikenal sebagai peristiwa yang wajar. Awan unik itu terbentuk karena adanya turbulensi di sisi gunung setelah membentur dinding pegunungan sehingga terjadilah fenomena tersebut.

Turbulensi ini mengakibatkan awan-awan bertingkat yang berputar seperti lensa. (*/Wardoyo)

Iklan
Loading...