JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

10.000 Warga PSHT Cabang Sragen Deklarasi Nyatakan Netral Dalam Pemilu. Ketua Pusat: Catut Organisasi Untuk Politik, Sanksi Pecat! 

Ribuan warga PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun saat menggelar deklarasi netralitas dalam Pemilu 2019 di Alun-alun Sragen, Minggu (10/3/2019). Foto/Wardoyo
Ribuan warga PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun saat menggelar deklarasi netralitas dalam Pemilu 2019 di Alun-alun Sragen, Minggu (10/3/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Dewan Pengurus Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun menegaskan PSHT berdiri pada posisi netral dan tidak akan berafiliasi politik pada Pileg maupun Pilpres 17 April mendatang. Sanksi tegas hingga pemecatan akan dijatuhkan bagi warga atau pengurus yang terbukti mencoba menarik PSHT dalam ranah politik.

Penegasan itu disampaikan Ketua Dewan PSHT Pusat Madiun, Issoebiantoro saat menghadiri Deklarasi Netralitas PSHT dan Mendukung Pemilu Damai yang digelar PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun di Alun-alun Sragen, Minggu (10/3/2019). Sedikitnya 10.000 warga PSHT dari 20 ranting di seluruh kecamatan hadir dalam deklarasi tersebut.

Issoebiantoro mengatakan deklarasi damai yang digelar PSHT Cabang Sragen itu merupakan momentum bagi semua jajaran PSHT untuk menjaga netralitas pada Pemilu mendatang.

Menurutnya, netralitas menjadi harga yang tak bisa ditawar dan komitmen yang sudah dipegang teguh sejak berdirinya PSHT. Sikap netral itu juga dituangkan dalam anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART).

“Kami tegaskan terus terang bahwa PSHT mutlak bukan organisasi yang berafiliasi politik. Tapi kita organisasi yang tidak menganut aliran politik apapun. Kita bebas. Ini sudah menjadi penekanan dan kesepakatan organisasi. Namun secara individu monggo bebas, itu hak politik,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , seusai deklarasi.

Baca Juga :  Bupati Umumkan Sragen Masih Zona Merah Covid-19. Gubernur Minta Injak Rem, Mohon Maaf Nekat Gelar Hajatan Tak Sesuai Prokes Denda Rp 1 Juta dan Bisa Dibubarkan!

Soebiantoro juga menegaskan jika ada warga atau pengurus yang menyatakan sikap politik atau deklarasi dukungan politik tertentu dengan mengatasnamakan organisasi, maka itu adalah pelanggaran. Ada sanksi berat yang akan langsung dijatuhkan.

“Misalnya ada yang deklarasi pakai baju gini (beratribut PSHT), langsung akan kita tindak. Enggak main-main, sanksinya skorsing dan langsung pecat,” tegasnya.

Di sisi lain, ia menegaskan PSHT tetap mendukung dan siap menjunjung tinggi NKRI serta mengutamakan persatuan kesatuan. Termasuk deklarasi damai yang digelar juga sebagai wujud komitmen untuk mendukung jangan sampai terjadi kegaduhan atau anarkisme pada Pemilu mendatang.

“NKRI harga mati. Pancasila dan UUD 1945 landasan yang harus dipertahankan.Apabila ada oknum yang akan menggangu Pancasila dan UUD 45, PSHT Pusat Madiun di seluruh Indonesia siap tampil paling depan,” tandasnya.

Ditambahkan, PSHT Pusat Madiun memang menjunjung tinggi persatuan serta NKRI lantaran PSHT mewadahi warga dengan beraneka suku, ras, hingga latar belakang.

Baca Juga :  Ustadznya Positif Covid-19, Ponpes El Nusa Shobo Guno di Tangkil Sragen Langsung Dilockdown Total. Pemdes dan Warga Langsung Berempati Gelar Penyemprotan Desinfektan

Deklarasi di PSHT Sragen itu merupakan kelanjutan dari agenda serupa yang sudah digelar di berbagai daerah. Seperti di Samarinda Kalimantan Timur, Karanganyar dan berbagai daerah lainnya.

“Intinya bahwa PSHT seluruh Indonesia sepakat melaksanakan deklarasi damai di Pileg dan Pilpres,” pungkasnya.

Sementara, Ketua Dewan Pertimbangan PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun, Edi Indriyanto menyampaikan deklarasi netralitas PSHT itu dihadiri 10.000 warga. Mereka terdiri dari warga yang berasal dari 20 ranting di semua kecamatan di Sragen.

Deklarasi bertujuan untuk menetralisir situasi dan kondisi di Kabupaten Sragen khususnya dalam rangka menyongsong Pileg dan Pilpres agar berjalan damai,  tertib, aman dan bermartabat.

“Sehingga keluarga besar PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun benar-benar tak  terkontaminasi dan tercerai-berai karena beda politiknya. Karena di AD/ART sudah ditegaskan bahwa PSHT tidak berafiliasi politik manapun. PSHT adalah organisasi masyarakat yang bergerak di bidang pencaksilat, beladiri dan sosial,” tegasnya. Wardoyo