JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Viral di Whatsapp (WA) & Medsos, Penjual Tisu di Lampu Merah Banjarmasin Ajak Anaknya yang Masih Diperban Setelah Operasi

Viral di Whatsapp (WA) & Medsos, Penjual Tisu di Banjarmasin Ajak Anaknya yang Baru Selesai Operasi. banjarmasin post group/ ahmad rizky abdul Ghani
Viral di Whatsapp (WA) & Medsos, Penjual Tisu di Banjarmasin Ajak Anaknya yang Baru Selesai Operasi. banjarmasin post group/ ahmad rizky abdul Ghani

JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang pria bernama Mukti Wibowo viral di Whatsapp (WA) & Medsos karena berjualan tisu bersama anaknya di di Traffic Light Pengambangan, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kalimantan Selatan.

Kesehariannya ia ditemani putranya berusia 2,7 tahun yang masih terbalut perban di perutnya akibat menjalani operasi tumor ginjal.

Mukti Wibowo mengatakan, ia kerap menjadi target Satpol PP saat ada penertiban.

“Kalau ada Satpol PP, paling saya bersembunyi di sini dulu, sampai mereka pergi,” ucapnya sembari menggendong sang anak dikutip dari Banjarmasin Post artikel ‘Perjuangan Penjual Tisu di Lampu Merah Kota Banjarmasin Demi Obati Tumor Anaknya Setelah di-PHK’

Baca Juga :  Pidato Sidang Umum PBB: Presiden Jokowi Tegaskan Setiap Negara Berhak untuk Akses Vaksin Covid-19, Sebut Vaksin Jadi Game Changer Perang Global Melawan Pandemi

Mukti mengaku salah karena menjajakan tisu di pinggir jalan, namun desakan ekonomi yang membuatnya terpaksa menekuni pekerjaan lepas tersebut lantaran kondisi putranya yang masih perlu mendapatkan perhatian khusus di luar perannya sebagaimana pencari nafkah keluarga.

“Dulu saya sempat bekerja di warung makan. Tapi karena sering izin, sehingga saya pun diberhentikan,” ceritanya.

Baca Juga :  Korban Pemerasan dan Pelecehan Seksual di Bandara Soekarno-Hatta Tak Kunjung Buat Laporan, Polisi akan Jemput Bola ke Bali: Supaya Terang Benderang

Mukti juga mengaku seandainya kini ia punya modal cukup, ia tidak memilih berjualan tisu di jalan. Namun, lagi-lagi alasan itulah yang memaksanya seperti ini.

“Karena, kadang-kadang kalau apes, bisa dijaring Satpol PP,” ujarnya.

Meski begitu, Mukti tak menampik jika penghasilannya berjualan tisu hanya berkisar antara Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu. Namun, ia tetap bersyukur dengan penghasilannya itu.

“Karena saya bisa mencukupi kebutuhan hidup bersama keluarga,” tutupnya.

www.tribunnews.com