JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Wah, Kopi Arabica Karanganyar Sudah Mulai Mendunia. Pangsa Pasar Tembus Taiwan, Masyarakat Diajak Bangkitkan Budidaya Kopi

Ilustrasi kopi
Ilustrasi kopi

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Ketua Karanganyar Coffee Society, Bimo Aji S mengajak semua petani dan pecinta kopi di Karanganyar untuk kembali bangkit dan membudidayakan kopi. Pasalnya prospek kopi arabica Karanganyar sudah mulai mendunia.

“Karena kita punya kopi juga dan dalam sejarahnya pernah berjaya, secara ekonomi juga bagus. Akhirnya kita tergerak untuk memulai menghidupkan kopi ini lagi,” jelasnya.

Selain branding Kopi Karanganyar Lawu, para pegiat kopi yang terdiri dari pemilik kedai kopi di Karanganyar dan sekitarnya juga memberikan pembinaan kepada para petani kopi yang ada di Karanganyar.

Baca Juga :  Hasil Test Swab Ketiga Negatif Covid, Ketua RT Buran Nadar Gelar Bancakan Sebagai Rasa Syukur

“Kita mengajak, ayo budidaya (kopi) lagi. memberikan pemahaman cara penanaman, perawatan sampai pasca panen,” ujarnya.

Sampai saat ini kopi produksi miliknya, selain dipasarkan di kedai-kedai kopi wilayah Karanganyar, juga dipasarkan lewat online.

“Sekarang sudah sampai Taiwan, jenisnya kopi arabica. Keunggulan dari arabica itu yang jelas rasa asamnya cenderung soft,” imbuhnya.

Salah satu lemilik kedai Doff Coffee, Dofi Meihantoro, mengatakan, sampai saat ini produksi kopi di Karanganyar rata-rata mencapai 120 kg-170 kg pertahun. Sementara kebun yang ada di Karanganyar hanya ada 6 kebun. “Padahal setiap perkebunan dikatakan mampu mencukupi kebutuhan kopi di daerahnnya itu minimal memproduksi kopi 1-2 ton pertahun,” ungkapnya.

Baca Juga :  Awas, Mulai Sekarang Setiap Hajatan di Karanganyar Akan Digladi Tim Satpol PP. Kalau Tak Taati Prokes, Bisa Dibubarkan!

Dengan jalinan kerjasama anatara petani kopi bersama Dispertan Karanganyar, PTPN IX, juga IKA FIB Undip bisa membranding Kopi Karanganyar Lawu itu sendiri.

“Dapat dilihat antusiasme warga Karanganyar cukup tinggi malam ini, dari kesadaran ini mulai bangkit juga semangat petani untuk menanam kopi,” tandasnya. Wardoyo