loading...
Loading...
Ali Mahbub menunjukkan register laporan dugaan money politics

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM–Sedikitnya dua orang calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Wonogiri diduga melakukan kasus money politics. Keduanya pun membantah telah melakukan hal itu.

Bawaslu Kabupaten Wonogiri, saat ini tengah mengusut kasus tersebut. Satu kasus merupakan temuan Bawaslu, dan satu lagi lantaran ada laporan.

“Sudah register, jadi kasus ini sudah memenuhi syarat, baik materiil maupun formal,” sebut Ketua Bawaslu Kabupaten Wonogiri, Ali Mahbub, Kamis (11/4/2019).

Baca Juga :  Sederhana Tapi Mengena, Begini Suasana Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Espero Gro

Menurut dia, dua caleg itu diduga melanggar aturan Pemilu. Yakni caleg Gerindra nomor urut 8 Dapil 1, Lambang Purnomo, dan caleg PAN Dapil V nomor urut 1, Iskandar.

Untuk kasus Lambang, sebut dia, berdasarkan laporan warga. Lambang dilaporkan, lantaran diduga memberikan sejumlah amplop masing-masing berisi Rp 50 ribu saat ada pertemuan dengan pemuda di Kelurahan Wonoboyo, Wonogiri.

Baca Juga :  Bagaimana Cara Menentukan Jajanan yang Sehat Bagi Anak Sekolah Itu?Yuk Disimak Bersama

Sedangkan kasus yang diduga dilakukan Iskandar adalah hasil temuan. Iskandar diduga memberi barang berupa masing-masing satu set tratak (kajang) kepada tujuh kelompok warga Giriwoyo.

Sementara Lambang mengaku tidak mengadakan acara pertemuan dengan pemuda, hal itu dilakukan sukarelawan. Dia tidak memberi uang, apalagi kampanye. Dia ditelpon lalu gabung setelah acara usai langsung pulang.

Baca Juga :  Innalillahi, Warga Gedong Desa Girirejo Kecamatan Tirtomoyo Wonogiri Ditemukan Tewas Tercebur Sumur

Caleg PAN Iskandar pun serupa, membantah telah melanggar aturan Pemilu. Menurut dia, tratak yang diberikan tidak ada kaitannya dengan Pileg. Melainkan sebagai jawaban aspirasi melalui proposal yang diterimanya saat reses pada Oktober 2018. Saat itu dirinya selaku legislator periode 2014-2019. Aris Arianto

Loading...