loading...
Loading...

 

Foto suasana pemungutan suara di Lapas Sragen, Rabu (17/4/2019. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Sebanyak 329 narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Sragen gagal untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemilu serentak, Rabu (17/4/2019).

Ratusan napi itu terpaksa harus mengubur mimpi untuk mencoblos lantaran gagal terakomodir di Daftar Pemilih Tambahan (DPTB).

Kasie Pembinaan Anak Didik dan Narapidana Lapas Sragen, Agung Hascahyo mengatakan dari 510 warga binaan, hanya 181 yang memiliki hak pilih.

Sedangkan 329 lainnya terpaksa kehilangan hak pilih karena tak masuk DPTB. Agung mengatakan pemungutan suara dilayani di dua tempat pemungutan suara (TPS) khusus yakni 49 dan 50 di dalam Lapas. Menurutnya secara syarat usia, sebenarnya ada 510 warga tersebut yang punya hak pilih.  Namun ternyata yang masuk Daftar Pemilih Tetap DPT Lapas hanya delapan orang.

Baca Juga :  Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Kota Solo Apresiasi Pleno Rekapitulasi Suara Pemilu Sudah Berjalan Jujur dan Transparan. Semua Saksi Tandatangani Hasil Pleno

Kemudian saat pemutakhiran DPT Tambahan, ada 173 orang napi yang masuk DPTB . Dengan data awal 8 orang sehingga total hanya 181 yang mendapatkan hak pemilih.

Dari jumlah tersebut partisipasi pemilih 153 orang. Agung menyebut, minimnya jumlah DPTb karena rata-rata para nara pidana bermasalah pada nomor induk kependudukan (NIK).

Baca Juga :  Penyelenggara dan Peserta Pemilu di Solo Raya Deklarasikan Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

“DPTb kita hanya 173, kalau DPT memang 8 orang itu. Banyak yang tidak masuk, setelah kita klarifikasi ke KPU karena memang NIK nya rata-rata bermasalah,” katanya kepada wartawan Rabu (17/4/2019). Wardoyo

Baca Juga :  Analisa Polisi, Pelaku Pembuang Bayi Merah di Gemolong Sragen Diduga Dari Wilayah Ini 

 

 

Loading...