loading...
Loading...
Ilustrasi air PDAM

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM- PDAM Karanganyar akan menaikkam tarif dasarnya mulai Bulan Juni 2019 mendatang. Kebijakan itu diklaim sebagai penyesuaian aturan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 71 Tahun 2016.

Aturan kenaikan tarif dasar air itu diungkapkan Direktur Utama PUDAM Tirta Lawu Karanganyar, Prihanto saat menggelar konferensi pers kepada wartawan.

Prihanto mengatakan, mulai Juni 2019, besaran kenaikan tarif dasar air meliputi

taruf dasar air rumah tangga satu (R1) yang awalnya sebesar Rp 1.300 per meter kubik, naik sebesar Rp 200 menjadi Rp 1.500 per meter kubik.

“R1 naik Rp 200, R2 naik Rp 300 dan R3 naik Rp 450 per meter kubik,” paparnya.

Baca Juga :  1.200 Bungkus Rokok Bodong Disita Satpol PP Karanganyar dari 3 Kecamatan. Harganya Ternyata Bikin Geleng Kepala! 

Ia menjelaskan, dalam rentan waktu 10 tahun, PUDAM belum menaikkan tarif dasar air terhitung mulai dari 2009 sampai 2019. Menurutnya jika masih menggunakan tarif lama maka tidak bisa mencukupi.

Terlebih saat ini PUDAM berencana mengambil sumber mata air di lereng Gunung Lawu. Hal itu dilakukan agar semua sumur yang ada nantinya bisa tergantikan mata air dari Lereng Lawu.

“Kenaikan ini berlaku selama 5 tahun. Nanti akan kami evaluasi. Apakah menaikkan tarif lagi atau tidak, tergantung Kabupaten Karanganyar,” katanya.

Baca Juga :  Hujan Es Sebesar Kacang Atom Landa Gunung Lawu Karanganyar. Makin ke Atas Makin Besar.. 

Prihanto mengklaim kenaikan (tarif dasar air) paling rendah se- Jawa Tengah adalah Kabupaten Karanganyar. Kenaikan paling rendah hanya Rp 200, lainnya bisa naik Rp 1.000 ke atas.

Berdasarkan analisis keterjangkauan yang disyaratkan dalam Permendagri No 71 Tahun 2016, pemakaian kebutuhan pokok air minum kepada masyarakat berpenghasilan rendah tidak boleh lebih dari empat persen dari UMK.

“Maka dengan UMK Kabupaten Karanganyar Tahun 2019 sebesar Rp 1,83 juta, maka empat persennya adalah Rp 73.320. Sedangkan dengan penyesuaian tarif pelanggan rumah tanggga satu (R1) dengan pemakaian 10 meter kubik hanya membayar Rp 22,500 atau 1,23 persen, sehingga itu masih sangat terjangkau,” jelasnya.

Baca Juga :  Ketua Apkasi Indonesia Minta Semua Daerah Promosikan Kuliner Andalannya. 106 Stan Kuliner Khas Berbagai Daerah Meriahkan Festival Kuliner 2019 di De Tjolomadoe Karanganyar

Sementara itu, terkait pemasangan, bagi pelanggan baru masih diberlakukan tarif lama (promo) yaitu sebesar Rp 1.050.000, sedangkan yang tidak menggunakan promo sebesar Rp 1.550.000.

Prihanto menambahkan, sampai saat ini PUDAM Tirta Lawu Karanganyar memiliki 13 sumber air.

“Di Kecamatan Ngargoyoso ada 5, Kecamatan Matesih ada 2, Kecamatan Jenawi ada 2, Kecamatan Jumapolo ada 1, dan Kecamatan Jatipuro dan Jatiyoso ada 3,” jelasnya. Wardoyo

 

Loading...