loading...
Loading...
Bupati Wonogiri Joko Sutopo (tengah) memenuhi panggilan Bawaslu.

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM-Bawaslu Kabupaten Wonogiri memanggil Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Senin (29/4/2019). Pemanggilan tersebut terkait kasus dugaan ketidaknetralan PNS/ASN Camat Purwantoro Joko Susilo yang mengarahkan perangkat desa kepada Jokowi maupun Caleg Bambang Pacul.

Bupati memenuhi panggilan tersebut dan datang sendiri ke kantor Bawaslu Kabupaten Wonogiri, Senin siang.

Ketua Bawaslu Kabupaten Wonogiri Ali Mahbub menjelaskan, Bupati Wonogiri dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi, atas dugaan pelanggaran Pemilu.
Lebih jelasnya, Bupati dimintai klarifikasinya mengenai pelanggaran ketidaknetralan Camat Purwantoro, Joko Susilo.

“Kami memanggil Bupati Wonogiri untuk dimintai klarifikasinya. Karena dalam video yang beredar, Camat menyatakan melakukan hal itu (pengarahan ke capres dan caleg tertentu) karena ada titipan dari Bupati,” jelas dia.

Sedikitnya delapan pertanyaan dilontarkan Bawaslu kepada bupati yang akrab disapa Jekek tersebut. Proses permintaan klarifikasi berjalan tidak sampai setengah jam.

Baca Juga :  Begini Lho Caranya Ikut Mengawasi Jalannya Pemilu. Supaya Terhindar Dari Kecurangan

“Nanti akan kami sampaikan hasilnya ke Gakkumdu, hari ini adalah hari terakhir rapat di Gakkumdu. Jadi segera akan ada keputusannya, apakah termasuk pelanggaran pidana pemilu atau bagaimana,” tegas dia.

Sebagaimana pernah diwartakan video sarasehan perangkat desa Kecamatan Purwantoro viral di media sosial. Pasalnya ada pengarahan dari Camat Purwantoro Joko Susilo kepada para perangkat desa. Mereka diarahkan ke Capres Jokowi, caleg Bambang Pacul, dan seterusnya.

Dijumpai usai dimintai keterangan Bawaslu, Bupati Joko Sutopo mengatakan memang ada forum seperti diungkapkan Camat Purwantoro dalam video. Forum dihadiri pihak-pihak yang konsen terhadap perkembangan wilayah. Namun demikian dia tidak memberikan arahan kepada pihak tertentu terlebih soal politik.

“Kami fokusnya ke kemajuan Wonogiri, ke panca program pembangunan dan sebagainya,” jelas Bupati.

Terkait pernyataan Camat dalam video, Bupati tidak merasa dijelekkan, tidak pula merasa tercemar nama baiknya. Bupati juga menegaskan secara khusus memang belum memanggil camat yang bersangkutan.

Baca Juga :  94 Rumah di 8 Desa Rusak Akibat Puting Beliung di Kecamatan Jatisrono dan Sidoharjo Wonogiri. Berikut Ini Daftarnya

“Tapi jika memang hal itu dilalukan karena kekhilafan maka yang bersangkutan mestinya bisa memohon maaf,” tegas Bupati.

Sementara Canat Purwantoro Joko Susilo mengakui memang dia yang berbicara sesuai video pengarahan perangkat desa ke Jokowi, Caleg DPR RI Bambang Pacul dan lainnya. Namun demikian, dia membantah kalau ada titipan dari Bupati Wonogiri terkait arahan itu. Dia menegaskan, kata ‘titipan’ semuanya merupakan inisiatif pribadi.

Menurut dia, dia memberikan sambutan saat ada pertemuan perangkat desa di pendopo Kecamatan Purwantoro. Dia diundang untuk memberikan sambutan.

Ketika itu dia memberikan sambutan sekitar 30 menitan. Isi sambutannya seputar tugas dan tanggung jawab perangkat desa, maupun anggaran pendapatan dan belanja (APB) desa, dan ajakan untuk menyukseskan Pemilu 2019. Sosialisasi dilakukannya agar tingkat partisipasi pemilih di Purwantoro meningkat.

Baca Juga :  BPR Gajah Mungkur Sumbang Air Bersih Bagi Warga Pracimantoro dan Giriwoyo

“Yang saya sesalkan yang direkam hanya bagian tertentu, padahal saya memberi sambutan hingga 30 menit,” tandas dia.

Disinggung soal ucapan dia mengenai adanya titipan Bupati, dia menegaskan sebenarnya Bupati tidak pernah menitipkan pesan kepadanya agar perangkat desa satu gerbong dengan Bupati dalam Pemilu 2019, yakni memilih Capres Jokowi, caleg Bambang Pacul, dan calon Anggota DPD nomor 26.

“Kalimat itu saya sampaikan atas inisiatif sendiri, dari lubuk hati saya yang dibarengi pikiran yang khilaf. Saya minta maaf, Bupati tidak pernah menitipkan pesan seperti itu kepada saya,” sebut dia.

Mantan Camat Jatiroto itu menerangkan, saat itu dia tidak konsentrasi. Lantaran memiliki beberapa agenda padat. Bahkan dia sempat meminta agar pertemuan perangkat desa digelar setelah Pemilu 17 April. Aris Arianto

Loading...