JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Awas, Bermotor Sambil Merokok di Wonogiri Bakal Didenda Rp 750.000 atau 3 Bulan Penjara!

merokok
ilustrasi/teras.id

merokok
ilustrasi/teras.id

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Wonogiri akan melakukan sosialisasi terkait larangan merokok bagi pengendara kendaraan bermotor.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui tanggapan dari masyarakat baik yang pro maupun kontra.

Kasatlantas Polres Wonogiri, AKP Dwi Erna Rustanti menyampaikan bahwa pihaknya akan menggelar sosialisasi di seluruh kecamatan untuk dapat mengetahui respon masyarakat terkait peraturan tersebut.

“Di Wonogiri, kami memang belum melakukan penindakan. Sebelum kami menerapkan peraturan ini, penting kaitannya untuk dilakukan sosialisasi, kepada masyarakat,” paparnya dilansir Tribratanews Polda Jateng Senin (22/04/2019).

Baca Juga :  Waduh Ternyata Air Banjir Akibat Luweng Tersumbat di Paranggupito Wonogiri Masih Menggenang Padahal Sudah 3 Hari Loh

Dikatakan, larangan merokok bagi pengendara kendaraan bermotor didasari oleh Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor.

Permenhub merupakan penegasan dari UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan. Bila kedapatan merokok sambil berkendara, pengemudi dikenai sanksi dengan Rp 750 ribu atau 3 bulan kurungan penjara.

Baca Juga :  Alhamdulillah, Perhatian untuk Jarno Mantan TKI Asal Wonogiri yang Buta dan Terlunta-lunta di Malaysia Terus Mengalir. Pemdes Mojoreno Sidoharjo Sudah Siapkan Rencana Pemberian Bekal Ketrampilan

Sementara ditambahkan bahwa hal tersebut diterapkan untuk menyikapi data angka lakalantas yang cukup tinggi, tingginya angka kecelakaan disebabkan oleh 4 faktor.

Diantaranya faktor manusia, cuaca, jalan, dan kendaraan, dari data angka lakalantas didominasi oleh faktor manusia yang disebabkan oleh kurangnya konsentrasi dalam berkendara.

“Kami akan mensosialisasikan melalui penyebaran leflet, menyebarluaskan informasi melalui siaran radio, pemasangan banner di tempat pelayanan umum, dan sosialisasi armada angkutan dan PO,” terangnya. Wardoyo