loading...
Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Polres Sragen kembali akan menggeber operasi lalu lintas mulai besok pagi, Senin (29/4/2019). Selama dua pekan ke depan, operasi lalu lintas akan digelar dengan tajuk Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2019.

Masyarakat yang berkendara di jalan raya pun diingatkan untuk senantiasa melengkapi surat kendaraan dan menaati rambu lalu lintas. Sebab selain mengedepankan teguran, polisi juga akan memberikan sanksi tilang.

Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasatlantas AKP Dani Permana Putra mengungkapkan Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2019 akan digelar selama 14 hari mulai 29 April-12 mei.

Operasi tersebut digelar sebagai pendahuluan atau pra operasi Ramadniya yang digelar pada arus mudik balik (Ramadhan).

Baca Juga :  33 Warga Kalikobok dan Tanon Sragen Dirapid Test, Hasilnya 2 Orang Dinyatakan Positif. Buntut Satu Kuli Panggul Pasar Kobong Asal Kalikobok Positif Terpapar Covid-19

“Imbauan kami periksa kendaraan anda sebelum bepergian. Lengkapi surat surat kendaraan SIM dan STNK. Taati rambu dan aturan lalu lintas serta jangan lupa berdoa sebelum bepergian,” papar Kasatlantas kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (28/4/2019).

AKP Dani menguraikan operasi kali ini bertujuan utama untuk menurunkan korban kecelakaan lalu-lintas di jalan.

Ia menjelaskan keselamatan lalu lintas merupakan suatu program untuk menurunkan angka kecelakaan beserta seluruh akibatnya.

“Karena kecelakaan mengakibatkan pemiskinan terhadap keluarga korban kecelakaan. Terlebih jumlah korban kecelakaan lalu lintas  jauh lebih tinggi dari kecelakaan transportasi laut, kereta api dan udara,” terangnya.

Ditambahkan AKP Dani, Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2019 memang lebih mengedepankan tindakan preventif kepada pengguna jalan khususnya pelanggar lalu lintas.

Baca Juga :  Bidan Korban Teror, Kepala Puskesmas dan Kepala DKK Sragen Dipanggil Polisi. Polres Sebut Masih Selidiki Pelaku Teror Yang Tebar WA Ancaman Pembalasan

Menurutnya, imbauan tertib berlalu lintas akan terus digencarkan kepolisian sepanjang pelaksanaan operasi.

“Harapannya agar pengguna jalan yang sudah tertib tidak terganggu oleh ulah pelanggar lalu lintas,” katanya.

Meski mengedepankan tindakan teguran kepada pelanggar lalu lintas, namun ia menegaskan pihaknya tetap akan memberikan sanksi tilang kepada pengendara yang terbukti melanggar.

Penilangan diberikan kepada pelanggar yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas, baik kecelakaan tunggal atau melibatkan pengendara lain.

“Memang dikedepankan teguran, tapi teguran itu untuk pelanggar lalu lintas yang sifatnya ringan. Tidak berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Tapi kalau ada pelanggaran yang berpotensi kecelakaan, tetap kami tindak,” tandasnya. Wardoyo