JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Baru Terungkap, Ini Permasalahan Pertanian di Sukoharjo. Surplus Beras Tapi Belum Mampu Sejahterakan Petani

Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya melihat alsintan bantuan gapoktan. Dok. Humas Pemkab Sukoharjo.
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya melihat alsintan bantuan gapoktan. Dok. Humas Pemkab Sukoharjo.

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM –Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, mengatakan, Kabupaten Sukoharjo sudah tidak diragukan lagi keberhasilannya di sektor pertanian. Namun demikian ternyata belum mampu menyejahterakan petaninya.

Menurut Bupati, Minggu (28/4/2019), hasil panen padi yang didapat selalu melimpah dan mampu memenuhi kebutuhan pangan lokal Sukoharjo. Selain itu juga berkontribusi terhadap pemenuhan pangan nasional.

“Hasil panen padi Sukoharjo bahkan mampu surplus 135 ribu ton dan menjadi stok pangan nasional,” kata dia.

Namun besarnya hasil panen yang didapat ternyata belum mampu secara signifikan meningkatkan kesejahteraan petani. Hal itu lebih disebabkan karena petani mengalami masalah keterbatasan modal. Hasil panen padi langsung dijual agar bisa mendapatkan modal untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya modal tanam berikutnya.

Baca Juga :  Kabar Duka, Warga Desa Tegalmade Kecamatan Mojolaban Sukoharjo Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur

“Pemerintah harus turun tangan membantu mengatasi masalah tersebut yakni meningkatkan kesejahteraan petani. Keberadaan berbagai bantuan pertanian dari pemerintah pusat seperti diterima Gapoktan Tani Mandiri Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani,” jelas dia.

Baca Juga :  Waspada, Seluruh Kecamatan di Sukoharjo Kini Menjadi Zona Merah, Total Kasus Positif COVID-19 Melonjak di Angka 108

Baik gapoktan dan petani, beber dia, harus serius dalam pengembangan pertanian. Tidak hanya meningkatkan hasil panen namun juga kesejahteraan petani. Bantuan dari pemerintah harus dimanfaatkan dengan maksimal tidak hanya digunakan tapi juga dirawat.

Diharapkan setelah mendapatkan peralatan lengkap dari pemerintah pusat, sektor pertanian modern diharapkan bisa memberi kontribusi terhadap ketersediaan bahan pangan nasional sekaligus membuat petani lebih sejahtera. Aris Arianto