loading...
Loading...

JAKARTA, Joglosemarnews.com – Gara-gara bercanda membawa bom, penumpang pesawat Lion Air ini gagal ikut penerbangan.

Pria berinisial MT dan mengambil eute Medan – Jakarta itu pun harus berurusan dengan petugas pengamanan Bandara (Avsec) dan kepolisian.

“MT (offload). MT kemudian diserahkan ke pihak Avsec bandar udara dan kepolisian untuk dilakukan proses lebih lanjut,” ujar Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, seperti dikutip dari rilisnya, Minggu ( 21/4/2019).

Akibat kejadian ini, penerbangan Lion Air JT-303 dengan rute Medan – Jakarta pada hari Sabtu harus ditunda selama hampir dua jam dari jadwal semula.

Keterlambatan penerbangan terjadi karena sebelumnya telah dilakukan penanganan terhadap MT yang mengaku membawa bom di dalam tasnya.

Baca Juga :  Fenomena Ribuan Ikan Layur Terdampar di Pantai Bali, Warga Langsung 'Panen' hingga Dapat 5 Kg

Informasi ini didapat setelah salah satu awak kabin mengajukan pertanyaan tentang barang bawaan saat MT masuk ke kabin pesawat. Pertanyaan yang diajukan hingga dua kali kepada pria berusia 50 tahun tersebut merupakan standar security question.

“Berdasarkan hasil pengamatan atau profiling terhadap barang yang dibawa penumpang ke kabin,” kata Danang.

Kejadian itu berlangsung Sabtu (20/ 2019 ), di penerbangan Lion Air yang melayani dari Bandar Udara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara (KNO) dengan tujuan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK).

Baca Juga :  Pabrik Ekstasi Rumahan Ini Berhasil Dibongkar Polisi. Omsetnya Bikin Geleng Kepala

Akibatnya, penerbangan JT-303 itu harus ditunda karena Lion Air harus mengikuti standar operasional prosedur (SOP).

Dalam upaya menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan, awak pesawat, petugas layanan darat (ground handling), petugas keamanan (aviation security) beserta pihak terkait berkoordinasi dengan menjalankan prosedur tindakan berdasarkan standar penanganan ancaman bom (standard security bomb threat procedures).

Dalam pemeriksaan yang dilakukan, kata Danang, tidak ditemukan barang bukti berupa bom dan benda lain mencurigakan di dalam bagasi atau barang bawaan MT.

“Yang dapat berpotensi membahayakan penerbangan,” katanya.

Setelah penanganan itu, maka Lion Air memastikan bahwa pesawat dinyatakan aman (safe to flight) dan dapat diterbangkan kembali. Penerbangan JT-303 lepas landas dari Kualanamu pukul 13.20 WIB dari jadwal seharusnya pada 11.50 WIB. Pesawat telah mendarat di Soekarno-Hatta pada 15.16 WIB.

Baca Juga :  Prabowo Setia Menunggu Jokowi Selama 2 Jam

Terkait hal ini, Lion Air mengimbau dan menegaskan kepada seluruh pelanggan maupun masyarakat untuk tidak menyampaikan informasi palsu, bergurau/ bercanda, atau mengaku bawa bom di bandar udara dan di pesawat.

Hal ini didasarkan pada Pasal 437 UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (UU Penerbangan), bahwa semua yang terkait informasi bom baik sungguhan atau bohong, merupakan tindakan melanggar hukum, akan diproses dan ada sanksi tegas oleh pihak berwajib.

www.tempo.co

Iklan
Loading...