loading...
Ilustrasi PNS

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Agenda kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Sragen yang dijadwalkan Rabu (3/4/2019) siang menghadirkan kegalauan di kalangan PNS. Pasalnya Pemkab mewajibkan semua PNS jajaran di semua Satker untuk hadir di acara kunjungan Presiden yang akan digelar di GOR Diponegoro Sragen.

Kegalauan tak lepas dari munculnya instruksi dan edaran resmi dari Pemkab yang mewajibkan PNS hadir dan akan diabsen. Padahal hari Rabu (3/4/2019) besok sebenarnya adalah hari libur nasional.

“Sebenarnya agak bingung juga soalnya kunjungannya pas hari libur. Tapi tadi instruksi dari kepala Satker kami bahwa semus PNS diwajibkan hadir dan semua akan diabsen. Ya mau enggak mau harus datang,” papar H, salah satu PNS di lingkungan Pemkab Sragen saat berbincang dengan wartawan Selasa (2/4/2019).

Keresahan juga tak lepas dari beberapa persyaratan yang ditentukan dalam edaran Pemkab. Yakni semua PNS diminta mengenakan seragam putih atau seragam batik, lengkap dengan kartu identitas dan atributnya.

Baca Juga :  Positif Rapid Test, 2 Kuli Panggul Asal Tanon Sragen Dijemput Tim Untuk Swab Test. Sebanyak 16 Warga Langsung Dirapid Test

Selain instruksi langsung dari pimpinan Satker, imbauan wajib hadir bagi PNS itu juga disampaikan lewat pesan berantai ke grup-grup media sosial.

Instruksi yang disebut dibuat oleh Sekda itu berbunyi “Yth.Assisten/ SA Bupati/Pimpinan SKPD/Kabag agar menggerakan karyawan/ASN dilingkungan masing2 serta kades/kalur untuk hadir di GOR Diponegoro 3 April 2019 jam 08.00 WIB. Memakai seragam batik/putih dengan memakai kartu identitas pegawai yg dipakai sehari hari bekerja dump terima kasih.

Catatan itu menyambut kedatangan Jokowi ke Sragen yang berbalut isra’ mi’raj”.

Sejumlah PNS juga mengaku mendapat pesan tersebut, selain instruksi dari pimpinan Satker.

“Semua PNS di Satker memang diwajibkan datang. Saya tadi juga tahunya dari instruksi lewat WA. Karena pakai diabsen,” ujar R, PNS di lingkungan Setda.

Baca Juga :  Kesaksian Lengkap Petugas Medis di Sragen Yang Diteror dan Diancam Usai Tangani Pasien Positif Covid-19. Ungkap Sempat 10 Kali Ditelepon Pengirim Pesan, Merasa Sudah Tangani Pasien Sesuai Prosedur!

Terpisah, Sekda Sragen Tatag Prabawanto mengatakan bahwa instruksi PNS untuk hadir di acara Jokowi, memang dikeluarkan oleh Pemkab. Menurutnya surat edaran kepada jajaran PNS untuk ke GOR, itu memang ia yang bertandatangan.

“Instruksinya memang dari Pemkab, saya yang tandatangan. Tujuannya untuk menyambut Presiden sebagai pimpinan tata kelola pemerintah. Sebagai pns sudah sewajibnya menyambut ketika pimpinan tertinggi pemerintahan datang. Meskipun hari libur, bukan jadi alasan mereka untuk tidak datang,” papar Sekda.

Senada, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati juga menegaskan bahwa imbauan PNS untuk hadir semata-mata sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan kepada Presiden. Sebab acaranya adalah kunjungan kerja dan bukan agenda kampanye. Wardoyo