loading...
Loading...

SLEMAN, Joglosemarnews.com – Tukiran (61) merasa curiga ketika linggis yang dia gunakan untuk mengeduk tanah untuk membuat kolam ikan itu membentur batu.

Semula, warga Kesongo Duwet, Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Sleman  itu mengira itu batu biasa. Namun setelah tanah sekitarnya dibersihkan, ternyata setelah diangkat menyerupai batuan candi.

Batuan candi tersebut ditemukan pada kedalaman sekitar 50 centimeter.  Temuan serupa juga ada di kolam yang berada tepat di sisi selatan. Batu-batu tersebut lalu dia angkat.

“Kemarin saya menggalinya pakai linggis dan cangkul. Di kedalaman setengah meter. Karena memang tidak dari atas,” katanya, Kamis (4/4/2019) petang.

Baca Juga :  Kasus Siswa SMA Tusuk Ibu Guru di Bantul, Polisi Temukan Fakta Baru, Pelaku Disebut Alami Gangguan Kejiwaan

Di dalam kolam berukuran 3,5 x 7 meter itu masih terdapat bebatuan yang tertata rapi. Kemungkinan masih ada enam batu sepanjang tiga meter.

Rencananya, Tukiran akan mengisi kolam tersebut dengan ikan nila dan gurame. Tukiran menuturkan, beberapa tahun lalu di lokasi yang sama pernah ditemukan bebatuan candi. Bahkan beberapa bagian candi juga terlihat di sekitar lokasi.

Tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY pun langsung mendatangi lokasi setelah mendapatkan laporan.

Baca Juga :  Cintanya Tak Direspon, Seorang Pelajar SMA Nekat Tusuk Ibu Gurunya di Bantul

Berdasar hasil analisis, bebatuan candi tersebut diperkirakan peninggalan abad ke 8-9 dan merupakan bagian kaki sebagai bangunan candi.

“Untuk badan dan atapnya belum diketahui. Karena untuk menentukan lebih lanjut, dibutuhkan penelitian mendalam. Termasuk melakukan ekskavasi yang lebih luas,” ungkap Kepala Unit Penyelamatan Pengembangan dan Pemanfaatan BPCB DIY, M Taufik.

Untuk sementara, di lokasi tetap dapat dimanfaatkan sebagai kolam ikan. Dengan cara menutup bagian bawah menggunakan semen atau yang lain.

www.teras.id/KRJogja

Loading...