loading...
Loading...

Jubir BPN, Ferry Juliantono (tengah) saat jumpa pers di Kantor DSKS Solo.

SOLO (JOGLOSEMARNEWS.COM)-Badan Pemenangan Nasional (BPN) Capres Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan intensif menggarap suara di Pulau Jawa. Apalagi dari tren peningkatan suara di Jawa hasilnya cukup bagus, bahkan BPN mengklaim untuk Pulau Jawa sudah unggul meski masih sangat tipis.

“Alhamdulillah peningkatan suara kubu kami naik terus cukup signifikan. Makanya kami gembira dan senyum-senyum terus. Sebaliknya, biasanya kalau yang marah-marah, mengancam-ancam  itu berartai sedang galau karena biasanya turun (suaranya),”  gurau Juru Bicara BPN, Ferry Juliantono saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai hasil survei internal BPN terkait peningkatan elektabilitas nomor urut 02 saat jumpa pers di markas Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Pajang, Senin (8/4/2019).

“Dari survey internal kami, Jawa sudah unggul meskipun masih tipis. Ini butuh kerja lebih keras di sisa hari kampanye ini. Kalau untuk luar Jawa sudah unggul tebal,” ungkap Ferry Juliantono didampingi ustadz Muinudillah, tokoh DSKS Solo dan Bambang Sukoco, Sekretaris Aliansi Masyarakat Madani (AMM) salah satu organ relawan Prabowo-Sandi.

Ditambahkan Ferry, para pemilih yang sudah yakin dengan pilihannya ke nomor 02 sudah tidak goyah. Sekarang pihaknya berharap limpahan perpindahan suara dari pemilih yang sebelumnya mendukung nomor 01. “Semoga saja mereka swing ke 01. Dan itu sudah banyak yang berubah haluan,” ungkap Ferry yang juga Ketua Panitia Kampanye Akbar Prabowo-Sandi di Stadion Sriwedari Solo pada Rabu (10/4/2019).

Baca Juga :  Bekas Koruptor Boleh Ikut Pilkada, DPR: Sudah Tepat, Keputusan di Tangan Parpol

Diakui Ferry, jumlah undecided voters dan swings voter masih banyak sehingga pihaknya juga menggerakkan seluruh relawan dan elemen pendukung lain untuk bisa mengajak mereka bergabung mendukung paslon nomor 02.

Namun Ferry enggan menyebut angka keunggulan yang dicapai kubunya. Pihaknya akan memaksimalkan hari-hari terakhir kampanye untuk meraih dukungan suara.

Muinudillah menambahkan, terus meningkatnya elektabilitas Prabowo-Sandiaga merupakan hal yang wajar. Karena semua bergerak. Mulai dari emak-emak hingga para ulama yang punya pengikut sangat banyak. “Mungkin kalau mau jujur sekarang bisa jadi angkanya sudah 70 % kita,” katanya.

Sebelumnya,  Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menggelar survei internal mengenai elektabilitas pasangan calon dalam Pilpres 2019. Direktur Kampanye BPN pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sugiono juga mengklaim berdasarkan survei internal, elektabilitas Prabowo-Sandiaga berada pada angka 62 persen, sementara pasangan Jokowi-Maruf 38 persen. “Berdasarkan survei internal, elektabilitas Prabowo berada di angka 62 persen dan Jokowi 38 persen,” kata Sugiono di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Senin (8/4/2019).

Baca Juga :  Munas Golkar Ditutup, Kubu Airlangga dan Bamsoet Berakhir

Survei tersebut dilakukan di 34 provinsi sejak Maret 2019. Survei tersebut melibatkan 1.440 responden dengan metode multistage random sampling. “Melibatkan sekitar 1.440 responden dengan metode multistage random sampling,” kata Sugiono.

Hanya saja Wakil Ketua Umum Gerindra tersebut enggan memaparkan secara rinci mengenai survei internalnya tersebut. Alasannya, survei internal digunakan untuk mengukur kerja tim kampanye dan tidak ada niatan untuk dipublikasikan. “Sebenarnya ini (survei inernal) hanya untuk melihat bagaimana posisi kita setelah debat capres. Itulah kenapa kami tidak pernah merilis hasil survei internal kami,” katanya menjawab pertanyaan wartawan.(Marwantoro | Syahirul)

www.tribunnews.com

Loading...