loading...
Loading...
Penampilan Lawu Percusion asal Karanganyar yang menyabet juara III IDPFest 2019 di Jakarta. Foto/Istimewa

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Grup perkusi asal Kabupaten Karanganyar, Lawu Percussion, kembali menorehkan prestasi membanggakan. Grup musik ini menyabet juara III dalam final Indonesia Drum dan Perkusi Festival (IDPFest) 2019 yang digelar di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta, Minggu (31/3/2019), malam.

IDPFest adalah ajang pameran alat musik tabuh sekaligus kompetisi para musisi drum dan perkusi tanah air. Tahun ini adalah tahun keempat penyelenggaraan IDPFest yang dimotori oleh drummer handal Ekki Soekarno tersebut.

IDPFest 2019 sedikit berbeda, karena turut memperlombakan drum untuk anak balita. Kategori lainnya masih tetap, yaitu ketegori anak-anak, remaja, dan kolaborasi drum dan perkusi dalam format 2-12 orang untuk satu grup peserta.

Sedangkan bagi Lawu Percussion, ini adalah kali kedua grup perkusi yang digawangi anak-anak usia belasan tahun itu mengikuti IDPFest. Tahun lalu, Lawu Percussion juga menembus babak final, namun gagal merebut juara.

Baca Juga :  Loker Pemkab Karanganyar, Membutuhkan Direksi Perusahaan Umum Daerah

Dalam IDPFest kali ini, Lawu Percussion kembali ikut untuk kategori kolaborasi. Ada tujuh perserta lainnya yang bersaing dalam kategori ini. Mereka disaring menjadi lima dalam babak penyisihan yang berlangsung pada Kamis (28/3/2019).

Setelah melalui penjurian yang ketat, dewan juri yang dipimpin pengamat musik Bens Leo akhirnya memutuskan juara I diraih Campus 11 asal Bengkulu, juara II Etno Musik 73 dari Jakarta, dan juara III Lawu Percussion.

“Senang, sih. Latihannya hanya dua minggu,” kata Dhimas Firmansyah, penabuh drum Lawu Percussion melalui rilis pers kepada media, Senin (1/4/2019).

Grup Lawu Percusion

Penampilan grup musik asuhan Sunarso itu malam tadi cukup apik. Rampak pukulan alat musik asal Korea, Samulnori, yang mereka bawakan memukau seratusan penonton yang hadir di Teater Besar TIM.

Baca Juga :  Pengemudi Avanza Yang Terjun ke Sungai di Jumantono Karanganyar Ternyata Hendak Ambil Obat Anaknya Yang Sedang Sakit

Aksi akrobatik Dimas yang menggebuk drum sambil berdiri di kursinya membuat tepuk tangan makin membahana.

Sekadar diketahui, Lawu Percussion adalah grup perkusi yang berdiri pada 2015 di Desa Dayu, Karangpandan. Grup musik ini sudah mengisi berbagai pentas di Karanganyar maupun Karesidenan Surakarta. Sejumlah prestasi telah diraih, antara lain juara I lomba Perkusi di IAIN Surakarta dan juara I Lomba Musik Semarak Indosiar. Wardoyo

Loading...