loading...
Loading...

SLEMAN, Joglosemarnews.com – Gunung Merapi mengalami lima kali gema guguran pada Jumat (26/4/2019) pagi. Warga diimbau untuk tetap waspada dan pendakian masih tetap dilarang.

Demikian rilis dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida mengatakan lima kali gempa guguran yang terekam selama pukul 00.00-06.00 WIB amplitudonya 3-35 mm dan berdurasi durasi 22-81 detik.

Baca Juga :  Ledakan di Rumah Peninggalan Mertua Bupati Bantul, Ini Kronologi dan Cerita Lengkapnya

“BPPTKG juga mencatat satu kali gempa embusan dengan amplitudo lima mm dan durasi 21,3 detik, satu kali gempa frekuensi rendah dengan amplitudo lima mm selama 14 detik, dan satu kali gempa hibrida dengan amplitudo 5 mm selama 12 detik,” ujarnya.

Sementara itu, menurut hasil pengamatan visual menunjukkan adanya asap putih tipis setinggi 150 meter di atas puncak kawah Merapi.

Baca Juga :  Densus 88 Gerebek Sebuah Rumah di Playen, Gunungkidul

Di gunung, angin bertiup lemah hingga sedang ke arah selatan, suhu udara 17-20 derajat Celsius, kelembaban udara 69-83 persen, dan tekanan udara 565-706 mmHg.

Hingga saat ini BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

www.tempo.co

Loading...