loading...
Loading...
Coklat Mermaid . Tribunjateng/Istimewa

PEKALONGAN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Seorang anak Balita warga arga Panjang Wetang Gang 1 Kecamatan Pekalongan Utara, Jesika Putri meninggal setelah memakan jajanan anak berupa cokelat yang dibeli di warung sekitar rumah.

Orangtua korban, Taufiq(42) beserta keluarga sangat terpukul atas kejadian tersebut. Ia menjelaskan, Jesika merupakan sosok periang dan sangat ramah.

“Anak saya sebelum meninggal meminta untuk didaftarkan sekolah, dan akan masuk sekolah Agustus mendatang,” papar Taufiq, saat ditemui Tribun Jateng, di rumah duka, Kamis (25/4/2019) petang.

Taufiq tak menyangka, anak terkecilnya meninggal dunia setelah mengonsumsi cokelat mermaid.

“Anak saya bersama tiga temannya, membeli cokelat di warung, pada Rabu (24/4/2019) sore.

Selang satu jam setelah makan cokelat tersebut, ia muntah-muntah dan mengeluarkan keringat dingin,” jelasnya.

Taufiq menjelaskan, kemudian pada Kamis dini hari, dia membawa Jesika ke RS Bendan Pekalongon, namun Tuhan memanggil anak terakhir saya.

“Hingga kini saya masih teringat akan permintaannya untuk sekolah,” katanya.

Sementara itu, Wakil Kepala Polres Pekalongan Kota, Kompol I Wayan Tudy menuturkan, cokelat yang dikonsumsi oleh Jesika bermerk Mermaid. Cokelat itu dijual seharga Rp 500 per bungkus.

“Setelah makan cokelat tersebut, dua bocah menjadi korban, seorang bernama Jesika dinyatakan meninggal setelah mendapat perawatan di RS Bendan.

Satu korban lagi, Nur Syafia Rahma (5), yang kini dirawat secara intensif di RS Budi Rahayu, Kota Pekalongan,” ujar Wayan.

Dia menambahkan, telah menginstruksikan jajaran Reskrim Polres Pekalongan Kota untuk mencari cokelat Mermaid tersebut.

“Kami masih mendalami dan mencari cokelat tersebut, Polres Pekalongan Kota akan menerjunkan Unit Reskrim untuk melakukan penyelidikan,” katanya.

Lebih lanjut, Wayan mengimbau, agar masyarakat membekali anak-anaknya saat ke sekolah, dan selalu mengawasi anak-anak saat membeli makanan di warung.

“Pastikan terlebih dahulu makanan tersebut aman dikonsumsi atau tidak, agar tidak ada korban yang jatuh lagi,” tambahnya.

Tertarik Gambar Duyung di Bungkusnya

NUR Syafia Rahma (5) bocah yang menjadi korban setelah mengonsumsi cokelat Mermaid, nampak lemas di ruang perawatan anak RS Budi Rahayu, Kota Pekalongan, Kamis (25/4/2019). Di tangan kirinya masih terpasang selang infus. Sang ibu, Nur Rose Firdaus (28), menunggu di sampingnya.

Baca Juga :  Cabuli 2 Balita di TPQ, Warga Kauman Dibekuk Polisi. Modusnya Iming-imingi Jajan, Dipangku Lalu Digitukan 

Sejauh ini, Syafia menjadi korban yang beruntung. Seorang temannya, Jesika Putri (5), yang merupakan tetangganya di Panjang Wetan Gang I, Kecamatan Pekalongan Utara, menghembuskan nafas terakhir setelah mengonsumsi coklat Mermaid.

Kepada Tribun Jateng, Syafia menuturkan, dia membeli cokelat tersebut karena menyukai bungkusnya yang berwarna-warni dengan gambar putri duyung.

“Saya makan cokelat itu bersama teman saya,” papar Syafia, saat ditemui di Ruang Anak RS Budi Rahayu, Kota Pekalongan, Kamis kemarin.

Bocah itu mengaku, beberapa jam setelah makan cokelat, ia merasa pusing dan mual.

“Setelah membeli cokelat, saya bersama Jesika memakannya di rumah. Saya dan Jesika menghabiskan masing-masing satu cokelat, setelah itu saya merasa pusing dan mual, lalu saya dibawa ibu untuk berobat ke rumah sakit,” ujarnya.

Nur menambahkan, anaknya bersama dua rekannya termasuk Jesika membeli cokelat di warung dekat rumah, Rabu (24/4) lalu.

“Yang memakan cokelat hanya anak saya dan Jesika, sedangkan satu temannya tidak makan. Selang satu jam setelah makan cokelat itu, Jesika muntah-muntah dan dibawa ke rumahnya. Anak saya muntah juga beberapa menit kemudian,” paparnya.

Kepada Tribun Jateng, Nur menjelaskan, harga cokelat Mermaid hanya Rp 500 per bungkus sehingga anaknya dan Jesika membeli beberapa bungkus untuk dibawa pulang.

“Memang murah harganya hanya Rp 500, saya juga tidak menduga karena cokelat tersebut anak saya sampai dibawa ke rumah sakit,” imbuhnya.

Nur yang juga warga Pajang Wetan Gang I kini masih menunggu kondisi anaknya membaik di RS Budi Rahayu.

“Kabarnya, Jesika meninggal di RS Bendan, namun saya belum tahu pasti karena masih menunggu anak saya di rumah sakit,” tambahnya.

Nur Syafia Rahma satu di antara dua korban coklat mermaid, sedang dirawat intensif di ruang anak RS Budi Rahayu, Kamis (25/4/2019). (TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO)
Korban Alami Intoksikasi

Baca Juga :  Pemkab Semarang Buka 495 Formasi CPNS 2019. Pendaftaran Dibuka Mulai 11-24 November, Berikut Informasi Formasi dan Tahapan Pendaftarannya! 

NUR Syafia Rahma mengalami intoksikasi atau keracunan. Sejauh ini kami masih mendalami kemungkinan lain karena hasil pemeriksaan menunjukkan, urine Syafia mengandung darah.

Di sisi lain, leukosit atau sel darah putih Syafia meningkat menjadi 16 ribu, sedangkan normalnya di bawah 14 ribu. Peningkatan leukosit itu bisa jadi karena intoksikasi setelah memakan cokelat.

Saat dibawa ke rumah sakit, Rabu (24/4/2019) lalu, Syafia mengalami muntah-muntah, disertai pusing hebat. Itu menandakan tubuhnya kemasukan benda asing, dan tubuh Syafia menolaknya. Dan gejala tersebut merupakan gejala keracunan.

Selanjutnya, Syafia menjalani perawatan hampir 24 jam di RS Budi Rahayu, dan kini kondisinya menunjukkan peningkatan. Keluhan saat dibawa pertama kali ke sini sudah berkurang, kesadarannya penuh bahkan sudah bisa diajak komunikasi, serta gejala mual diperutnya sudah tidak terasa lagi.

Ia menambahkan, intoksikasi bisa menyebabkan meninggal dunia jika salah dalam penanganan. Saya mengimbau, jika masyarakat menemukan kasus yang sama, korban sesegera mungkin dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Salah sedikit dalam penanganan intoksikasi bisa berakibat fatal.

Sample Dibawa ke BPOM

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan, lakukan uji laboratorium kandungan cokelat mermaid ke Kota Semarang.

Diketahui diduga akibat mengonsumsi cokelat bermerek mermaid, satu bocah meninggalkan dunia dan satu lagi harus dilarikan ke rumah sakit.

Untuk menguji kandungan cokelat, Jumat (26/4/2019) pagi, Kepala Dinkes Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto langsung membawa contoh coklat tersebut ke BPOM Kota Semarang.

“Pagi ini kami akan bawa semple cokelat mermaid ke BPOM Kota Semarang untuk dilakukan uji laboratorium,” jelasnya.

Dituturkannya, Dinkes masih menunggu hasil uji laboratorium untuk disampai ke publik.

“Kami menunggu uji kandungan dari BPOM, mungkin setelah ada hasil kami akan sampaikan ke publik,” paparnya.

Slamet mengimbau masyarakat Kota Pekalongan untuk berhati-hati dalam mengonsumsi jajanan kemasan.

“Kode produksi dan legalitas dari BPOM harus benar-benar diperhatikan, jangan sampai produk berbahaya dikonsumsi, apalagi oleh anak-anak,” tambahnya.

www.tribunnews.com

Loading...