loading...
berita hoax
ilustrasi

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Maraknya berita hoaks berpengaruh terhadap elektabilitas  Capres Joko Widodo (Jokowi).

Karena itulah, dalam kampanye terbuka, Jokowi dan Ma’ruf Amin getol menyuarakan  gerakan anti hoaks.

Dan terbukti, seruan itu masih cukup efektif.
Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi – Ma’ruf Amin, Usman Kansong, mengatakan antihoaks dan antigolput yang diserukan Jokowi saat kampanye dinilai masih efektif.

Menurutnya selain mengkampanyekan tiga kartu andalan Jokowi, kedua isu ini juga akan tetap disampaikan dalam kampanye.

Menurut Usman hoaks dapat berpengaruh besar bagi angka elektabilitas. Sehingga Jokowi dan Ma’ruf getol menyuarakan anthoaks pada setiap kunjungan kampanye mereka.

Baca Juga :  102 Daerah di Indonesia Boleh Dibuka, Doni Monardo: Penentunya Kepala Daerah

“Ketika ada hoaks di Jabar di Karawang yang ibu-ibu itu, waktu itu kan Pak Jokowi sendiri menyatakan terjadi penurunan (suara),” kata Usman saat dihubungi, Rabu (3/4/2019).

Jokowi pada kampanye terbuka pertama di Serang, Banten, Ahad, 24 Maret 2019, meminta pendukungnya menangkal berbagai berita bohong atau hoaks yang beredar. Menurut Jokowi, saat ini hoaks tidak hanya beredar di media sosial, melainkan sudah masif dilakukan dari rumah ke rumah.

Baca Juga :  Kebijakan Kerja dari Rumah Bagi ASN Diperpanjang Hingga 4 Juni

Saat itu setidaknya ada empat hoaks yang diminta Jokowi untuk ditangkal. Pertama, hoaks bahwa pelajaran agama akan dihapus jika Jokowi-Ma’ruf menang. Kedua, hoaks soal azan dilarang jika dia menang.

Bagi Usman strategi ini setidaknya punya dua keuntungan. Pertama, mengklarifikasi isu hoaks yang beredar.

Kedua, mengajak masyarakat untuk aktif menyampaikan klarifikasi terhadap berita hoaks tersebut.

“Di akar rumput, di bawah, karena ini (hoaks) bisa mengubah pilihan orang. Jadi menurut kami sih sangat efektif,” tuturnya.

www.tempo.co