loading...

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gara-gara telat membayar pajak kendaraan lawasnya berupa Vespa, koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak menjadi bulan-bulanan warganet.

Hal itu menjadi pembicaraan hangat di Twitter setelah Dahnil mengunggah foto Vespa klasiknya dengan pelat nomor yang terpampang jelas pada Senin (29/4/2019).

Pengamat pajak, Yustinus Prastowo memandang kasus Dahnil yang tidak taat pajak bukan yang pertama kali heboh. Sebelumnya, sederet publik figur kena sorotan masyarakat karena perkara serupa.

“Masih ingat kasus mobil mewah? Nah, di DKI juga masih banyak penunggak pajak dari pemilik mobil mewah,” ujar Yustinus, Selasa (30/4/2019).

Menurut Yustinus, belajar dari perilaku publik figur yang lena membayar pajak kendaraan bermotornya, sikap tak patuh pajak semacam ini bukan dilatari karena ketidaktahuan. Namun, telah menyoal kesadaran.

Baca Juga :  Dianggap Kedodoran Tangani Covid-19, Jokowi Diminta Reshuffle Kabinet

Yustinus berpandangan, pemilik kendaraan lawas, seperti Vespa klasik, sebenarnya bisa menghidupkan pajak kendaraannya yang mati. Meski tak ada surat-surat dari pemilik lamanya, ujar dia, pemilik tetap bisa membuat duplikasinya ke kepolisian. Namun harus disertai sejumlah dokumen, semisal surat jual-beli.

Sementara itu, soal Dahnil yang menyebut alasannya tak membayar pajak Vespa kuno karena merupakan barang rongsokan dan terkendala dokumen persuratan, Yustinus menganggap hal itu merupakan sikap ketidakpedulian.

“Mungkin enggak aware aja sih ya. Dahnil mungkin common sense aja anggap itu Vespa bekas rongsokan,” ucapnya.

Yustinus memandang, seharusnya publik figur mesti lebih hati-hati soal kepatuhan pajak karena perilaku tersebut menyangkut keteladanan.

Baca Juga :  Wawancara Deddy Corbuzier dengan Siti Fadilah Supari Dinilai Langgar Permenkumham

“Ini soal kesadaran dan perilaku menurut saya, bukan ketidaktahuan,” ujarnya, mengimbuhkan.

Ribut-ribut soal Vespa Dahnil bermula saat seorang pengikutnya di Twitter secara sengaja melacak status pajak kendaraan mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah itu.

Melalui unggahannya, Dahnil mengatakan, saat membeli Vespa, barang tersebut dalam kondisi jelek dan rusak. Juga, tak layak pakai.

Sementara itu, dokumen-dokumen yang menyertai kendaraan juga tak komplet.

“Kemudian saya modifikasi. Terkait surat-surat dan pajak sedang dicoba cari nama pemilik di surat,” kata Dahnil melalui akun Twitternya @Dahnilanzar, Senin (29/4/2019).

Dahnil Anzar menyatakan, kendala para pemilik Vespa yang gemar membeli barang lawas adalah sulitnya mencari data iri pemilik lama. Selain itu, beberapa dokumen telah lenyap dan sulit dicari.

www.tempo.co