loading...
Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM -Kasus foto pose satu jari yang dilakukan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati terus bergulir. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat menyatakan sudah menerima pengajuan saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut.

“Tadi pagi, pihak pelapor sudah datang ke kantor untuk mengajukan saksi-saksi. Tapi koordinasinya dengan tim yang ada di kantor. Kebetulan saya sedang di luar,” papar Ketua Bawaslu Sragen, Dwi Budhi Prasetya, Kamis (4/4/2019).

Menurutnya, saksi diajukan untuk melengkapi laporan yang sudah disampaikan tiga hari sebelumnya. Sesuai ketentuan, tim baru akan menindaklanjuti setelah kelengkapan syarat formil dan materiil dari laporan sudah terpenuhi.

Saat melapor ke Bawaslu Senin (1/4/2019) lalu, tim BPN Prabowo-Sandi Sragen mengajukan bukti foto yang menampilkan pose Bupati Sragen saat mengacungkan satu jari di acara wayangan Bawaslu.

Baca Juga :  Satu-satunya di Sragen, SMAN 1 Sumberlawang Buka Kelas Khusus Olahraga. Tersedia 36 Kursi, Diproyeksikan Jadi Sumber Atlet Nasional, Simak Jadwal Pendaftarannya!

Sementara pejabat yang lainnya termasuk Wabup Sragen, Ketua Bawaslu, Ketua KPU mengepalkan tangan.

Laporan dilakukan oleh tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Paslon Capres-Cawapres Prabowo-Sandi Kabupaten Sragen. Laporan dilakukan oleh tim yang terdiri Sekretaris DPC Gerindra Sragen Lulik Agus Sulistyanto, Ketua DPD PKS Sragen Idris Burhanudin, Ketua Partai Berkarya Lilik, Ketua Presidium alumni 212 Sragen Isnaini, Ketua FPI Sragen Mala Kunaifi dan puluhan relawan pendukung paslon nomor urut 02.

Sekretaris DPC Gerindra Sragen, Lulik Agus Sulistyanto mengatakan kedatangannya bersama tim BPN Prabowo-Sandi Sragen adalah untuk mengajukan surat tuntutan sekaligus melaporkan Bupati Sragen yang dianggap tidak netral dengan berpose satu jari.

Baca Juga :  Update Corona Sragen 30 Mei, ODP Tambah 3, PDP Tambah 2. Total 32 Warga Positif, 24 Sembuh, Total 18 Meninggal Dunia

Pose mengacungkan satu jari telunjuk itu, menurutnya, ditemukan saat Bupati Yuni menghadiri acara wayangan yang diselenggarakan Bawaslu pada dua malam lalu.

“Di situ kami menemukan bukti foto bupati bersama bawaslu menunjukkan isyarat acungan telunjuk satu jari di mana yang lain mengepalkan tangan.

Menurut kami perlu adanya teguran dan hari ini kami mengajukan tuntutan dan laporan ke Bawaslu agar bisa ditindaklanjuti,” papar Lulik seusai melapor. Wardoyo