loading...
Loading...
Dua mantan peserta seleksi Perdes asal Desa Trobayan, Kalijambe korban pungli saat melapor ke Polres Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Terungkapnya kasus dugaan korupsi bermodus pungutan liar (Pungli) proses seleksi perangkat desa di Desa Trobayan, Kalijambe, rupanya membuat oknum Kades setempat mulai keder. Setelah kasusnya berlanjut di Polres, sang Kades berinisial SPM, dikabarkan diam-diam mulai mengembalikan uang pungli kepada sejumlah korban.

Data yang dihimpun Joglosemarnews.com, dua korban yang sudah dikembalikan uangnya adalah SUP dan NGAD. Keduanya adalah calon Perdes yang gagal lalu melaporkan Kades dan suaminya, ke Polres beberapa waktu lalu.

“Sudah sekitar seminggu lalu dikembalikan. Dikembalikan lewat perantara. Uang saya dikembalikan sesuai yang saya serahkan dulu, Rp 165 juta. Kalau mas NGAD, dikembalikan Rp 100 juta karena dulu sudah dicicil Rp 50 juta,” papar SUP, kepada wartawan Selasa (2/4/2019).

SUP mengatakan pengembalian dilakukan di sebuah rumah makan di wilayah Peleman, Gemolong. Ia juga menuturkan, pengembalian uang itu juga disertai dengan syarat dirinya diminta membuat surat pernyataan pencabutan laporan kasus itu di Polres.

Surat pencabutan itu ditulis oleh perantara suruhan terlapor, dan kemudian dia tandatangani. Dirinya mengaku terpaksa menandatangani surat pencabutan itu karena itu dijadikan syarat terlapor mau mengembalikan uangnya.

“Sebelumnya memang disuruh persiapan surat pencabutan itu. Kalau mau dikembalikan uangnya, syaratnya harus mau buat pencabutan laporan. Suratnya yang nulis dia (perantara), saya tinggal tandatangan. Tapi setelah itu, kami juga langsung dipanggil Polres dan di-BAP kedua. Saya sampaikan apa adanya, dan keterangan saya tetap sama seperti BAP pertama,” jelasnya.

Baca Juga :  Miris, Digelontor Modal Trilyunan, Produksi Gula Nasional 10 Tahun Terakhir Terus Menurun. Komisi VI Ungkap Defisit Gula Konsumsi Masih 600.000 Ton

SUP dipanggil untuk di-BAP kembali ke Polres bersama NGAD. Polres pun juga sudah mengklarifikasi soal pengembalian uang itu.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Harno mewakili Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan tak menampik memang sudah mendengar soal kabar pengembalian uang disertai pencabutan laporan itu. Namun pihaknya memastikan pengembalian uang tak serta merta bisa menghapuskan tindak pidana mengingat kasus itu adalah kasus dugaan korupsi yang bukan delik aduan.

“Ya biarkan saja dikembalikan dan ada pencabutan laporan,” tegasnya.

Dalam kasus ini, ada dua korban asal Kalijambe yang melapor ke Polres beberapa waktu lalu. Keduanya masing-masing berinisial SUP dan NGAD asal Trobayan, Kalijambe.

Mereka melapor lantaran dimintai uang Rp 150 juta dan Rp 165 juta dengan dijanjikan lulus seleksi Perdes. Namun, setelah uang dibayarkan mereka gagal lulus dan uang belum dikembalikan sesuai kesepakatan.

Keduanya terpaksa melapor lantaran merasa janji pengembalian uang oleh tim 6 dan Kades pada September 2018, ternyata bohong belaka.

Baca Juga :  Pelaku Tabrak Lari Tewaskan Polisi Sragen Bripka Kurniawan Resmi Ditetapkan Tersangka. Kapolres Sebut Pelaku Mau Putar Balik 

“Awalnya saya ditemui oleh Lurah saya (Kades) menjanjikan kalau mau jadi Perdes, dia bisa bantu asal mau bayar. Saya ditarik Rp 165 juta dan Mas NGAD ditarik Rp 150 juta. Setelah itu, Lurah membentuk tim berisi 6 orang. Mereka di luar panitia, tapi kelihatannya sengaja dibentuk untuk ngurusi ini. Uang kami serahkan lewat tim itu,” papar SUP diamini NGAD.

Seiring berjalannya waktu, ternyata belakangan terkuak bahwa yang dimintai pungli tak hanya NGAD dan SUP saja. Namun ada dua peserta lain yang turut dipungli dengan nominal hingga Rp 200 juta sehingga total pungli yang diraup mencapai Rp 600an juta.

Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Harno membenarkan adanya tambahan dua orang korban itu. Perihal nominal yang ditarik oknum Kades mencapai Rp 600an juta dari empat korban, ia pun tak menampiknya.

“Iya, memang ada empat yang ditarik. Total uangnya sekitar Rp 600an juta,” ujarnya mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan Selasa (26/3/2019).

Perihal progres penanganan kasus sampai sekarang, AKP Harno menyampaikan masih terus berlanjut. Ia menegaskan saat ini tim tinggal melengkapi keterangan dan data-data saja.

“Tunggu perkembangannya. Nanti pasti kami sampaikan,” tandasnya. Wardoyo

Loading...