SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM –  Kasus dugaan korupsi bermodus pungutan liar (Pungli) proses seleksi perangkat desa di Desa Trobayan, Kalijambe memasuki babak baru. Penyidik Polres Sragen memastikan kasus itu terus berlanjut dan tinggal menaikkan statusnya saja.

Meski sang Kades berinisial SPM, diam-diam sudah mengembalikan uang pungli kepada sejumlah korban, namun hal itu dipastikan tak akan mempengaruh proses hukum.

“Tetap jalan. Tinggal nunggu waktu untuk dinaikkan (status penanganan) saja. Sudah lengkap,” papar Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasat Reskrim AKP Harno, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM Senin (29/4/2019).

Advertisement
Baca Juga :  Update Covid-19 Sragen, Tambah 9 Kasus Positif Baru, 7 Orang Asimptomatis dan 13 Orang Isoman

Kasat menguraikan meskipun ada upaya pengembalian uang dari terlapor kepada korban, hal itu tak serta merta menggugurkan proses hukum. Menurutnya, proses hukum terus berjalan dan saat ini keterangan sudah lengkap.

“Tinggal naik saja. Satu persatu, kemarin yang Alsintan sudah lengkap dan siap limpah ke Kejaksaan,” terangnya.

Sementara, data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , setelah kasusnya terbongkar dan dilaporkan ke Polres, oknum Kades belum lama ini dikabarkan diam-diam mengembalikan uang pungli yang ditariknya kepada dua korban yakni SUP dan NGAD.

Baca Juga :  Seru, Duet dengan Peraih Emas Olimpiade, Pengusaha Kenamaan Sragen Billy Haryanto Sempat Bikin Pelatih Richard Mainaky Jatuh Bangun

Keduanya adalah calon Perdes yang gagal dan ditarik biaya Rp 150 juta dan Rp 165 juta oleh tim 6 yang dibentuk oleh Kades dan suaminya saat seleksi Perdes 2018.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua