JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Kelelahan Saat Tugas, Tiga Anggota KPPS di Kabupaten Pelakongan Alami Keguguran dan Kecelakaan

Bupati Sragen dan suami saat menyalurkan hak pilihnya Rabu (17/4/2019). Foto/Wardoyo

IMG 20190418 WA0003
Ilustrasi. Foto/Wardoyo

PEKALONGAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pekalongan menyatakan ada seorang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mengalami keguguran karena kelelahan saat pelaksanaan pungut hitung pada, Kamis (18/04/2019)

Sedangkan dua anggota KPPS lainnya mengalami kecelakaan, dan kelelahan saat melakukan tahapan-tahapan Pemilu 2019.

Laporan yang masuk ada tiga orang yaitu Titi Utami, KPPS TPS 5, Desa Sukoharjo, Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, mengalami keguguran, Muhammad Faton, KPPS TPS 12, Desa Bondansari, Kecamatan Wiradesa mengalami kecelakaan tunggal menabrak toko etalase di Desa Pekuncen setelah mengantar kotak suara, dan yang terakhir Santoso ketua PPS Desa Rowocacing Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan.

Baca Juga :  Pemuda Asal Kapung Ditemukan di Kubangan Bekas Galian C di Desa Mrisi Tanggungharjo Grobogan dalam Kondisi Tak Bernyawa

“Kondisi kesehatannya drop karena kelelahan, sekarang diopname di rumah sakit yang berada di Kabupaten Pekalongan. Kejadian ini terjadi malam ini,” ujar Divisi Hukum dan pengawasan KPU Kabupaten Pekalongan, Herminiastuti saat ditemui Tribunjateng.com di kantor KPU Kabupaten Pekalongan, Minggu (21/04/2019).

Dia menjelaskan ada bermacam-macam faktor yang menjadi penyebabnya seperti kelelahan, padatnya aktivitas di lapangan, dan cuaca.

“Saya perwakilan dari KPU mengucapkan turut berduka atas kejadian yang menimpa para anggota KPPS saat menjalankan tugas,”jelasnya.

Dari awal ia sudah menyampaikan kepada KPPS untuk menjaga kesehatan itu sangat penting. Karena tahapan-tahapan pas hari H Pemilu sangat panjang sekali.

Menjalankan tugas itu harus memperhatikan diri masing-masing, karena pihaknya tidak bisa memantau keseluruhan

Baca Juga :  2 Warga Purbalingga Tewas Mengenaskan di Hari Jumat Keramat. Yang Satu Tersambar Petir, Satunya Tertimpa Tembok

“Pada saat waktunya makan harus segera makan, kemudian mengenai psikologisnya, saya menyarankan jangan terlalu menjadikan hal tersebut beban berat dalam bertugas. Akan tetapi, lakukanlah tugas itu seenak mungkin,”ungkapnya.

Saat hari H ia menghimbau untuk tetap memperhatikan kesehatan dirinya masing-masing. Karena, kita tidak bisa mengawasi keseluruhan.

bebannya menjadi beban berat. Dan menjalankan tugas tersebut harus merasa senang.

Ditanya mengenai apakah ada pemberian tali kasih kepada petugas yang mengalami kecelakaan, keguguran, ataupun kelelahan. Itu masih diusahakan.

“Menanggapi hal tersebut, informasi dari KPU Provinsi Jawa Tengah masih mengusahakan untuk memberikan tali kasih, imbuhnya.

www.tribunnews.com