loading...
Loading...

JAKARTA, Joglosemarnews.com – Banyaknya tuduhan dari kubu Prabowo-Sandiaga mengenai kecurangan-kecurangan dalam rangkaian Pilpres kian menunjukkan kodisi tidak siap kalah.

Hal itu diungkapkan oleh juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi- Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadziliy.

Dia  melihat, kubu Prabowo -Sandiaga justru semakin kalap mendekati hari “H” Pemilu 2019, 17 April. Hal itu menurutnya, semakin menunjukkan kubu 02 memang tidak siap kalah.

“Ini semakin menunjukan bahwa kubu 02 memang tidak siap kalah. Kita lihat satu persatu,” ujar politikus Golkar itu, Jumat (5/4/2019).

Hal itu menurut anggota DPR RI ini bisa dilihat dari beredar arahan strategis dari Direktorat Esksekutif BPN yang mengklaim sudah menang dan hanya kalah dengan kecurangan.

Ace tegaskan, arahan strategis ini digunakan untuk bangun framing 02 kalah dengan kecurangan.

“Dari sinilah muncul upaya untuk mengangkat cerita seolah-olah ada kecurangan yang dilakukan 01 seperti tidak netralnya aparat, politik uang dengan tanda jempol sampai dengan pemilih siluman. Konstruksi akhirnya adalah 02 kalah dengan kecurangan,” jelasnya.

Bukan itu saja, kata dia, untuk memperkuat plot cerita, maka disemburkan fitnah yang menyebutkan kampanye 02 dihalang-halangi.

Baca Juga :  Jadi Bintang di ILC, William PSI Dicecar Pertanyaan

“Contohnya fitnah yang disemburkan Suryo Prabowo pendukung 02 yang menyebutkan pesawat Prabowo dihalang-halangi jet tempur TNI AU. Ini salah satu semburan fitnah untuk mendukung plot cerita 02 kalah dengan kecurangan itu,” tegasnya.

Fitnah itu pun telah dibantah oleh Kadispen TNI AU.

“Jadi fitnah itu tentu tujuan akhirnya untuk menyatakan TNI tidak netral,” paparnya.

Tidak sampai disitu saja, imbuh dia, kubu 02 sedang mengarang sandiwara soal money politics.

“Peristiwa OTT di KPK dirangkai ceritanya dan ditarik-tarik dengan 01. Video lama kunjungan kerja Pak Jokowi di Jatim tahun 2015 diangkat lagi, seolah olah peristiwa saat ini. Tujuan akhirnya juga sama yakni 02 kalah dengan kecurangan,” ucapnya.

Dengan membangun konstruksi kalah dengan kecurangan, dia menjelaskan, kubu 02 ingin membangkitkan militansi pendukungnya sehingga mereka bisa dimobilisasi tanggal 17 April dengan mendirikan dapur-dapur umum.

Tujuan mobilisasi ini menurut dia, adalah provokasi dan intimidasi kepada pemilih pendukung 01.

Baca Juga :  Kabar Gembira, Kejagung RI Buka Lowongan CPNS untuk Lulusan SMA

Manurutnya, cara-cara intimidasi adalah karakter pendukung 02 yang terbukti saat peristiwa kekerasan pada warga yang memakai kaos jokowi di Jawa Tengah. Ini bagian dari skenario besar yang sedang dirancang jelang dan paska 17 April.

“Pasca 17 April juga kubu 02 telah berbicara tentang upaya menegasi peran MK dan mengangkat people power. Semua rakyat harus tahu skenario besar kubu 02 ini,” tegasnya.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama (Marsma) TNI, Novyan Samyoga membantah pernyataan yang menyebutkan pesawat calon presiden Prabowo Subianto yang batal terbang karena diadang oleh sukhoi.

Penjelasan ini disampaikannya menanggapi pernyataan mantan Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI (Purn) Johanes Suryo (JS) Prabowo, melalui akun Twitter-nya, @marierteman.

“Apa yang disampaikan Pak JS Prabowo kurang tepat. Karena yang beliau sampaikan terjadi pada dua hari yang berbeda, dan dua-duanya sama sekali tidak melibatkan sukhoi,” kata Novyan melalui keterangan tertulis, Kamis (4/4/2019).

Novyan lantas menjelaskan runtutan kejadiannya. Pada Senin (1/4/2019), pesawat Prabowo sudah menunggu untuk lepas landas setelah pesawat CN 235 Kalong Flight, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Baca Juga :  1.161.302 orang Telah Membuat Akun, 189.383 Orang Sudah Isi Formulir Lowongan CPNS 2019

Meski pesawat Prabowo sudah diberi izin untuk lepas landas, kondisi di lapangan belum aman. Akhirnya, pesawat Prabowo batal untuk lepas landas karena masalah keamanan.

“Jadi abort-nya 9HNYC (pesawat capres Prabowo) karena masalah safety dan tidak ada hubungan sama sekali dengan sukhoi,” ujar Novyan.

Kemudian, pada hari berikutnya, Selasa (2/4/2019), dua pesawat sukhoi mendarat pada pukul 10.10 WIB. Adapun, pesawat Prabowo mulai menyalakan mesin pada pukul 10.13 WIB dan meminta taxy, 4 menit setelahnya.

Pada saat yang sama, pukul 10.17 WIB, pesawat Wing Air mendekati landasan. Pesawat Prabowo menunggu untuk lepas landas setelah pesawat Wings Air tersebut mendarat. Akhirnya, pada pukul 10.23, pesawat Prabowo lepas landas.

Selanjutkan, pada pukul 10.30 WIB terdapat 3 sukhoi yang mendarat.

“Artinya, pesawat 9HNYC tidak ada hubungan sama sekali dengan penerbangan sukhoi. Pesawat 9HNYC menunggu keberangkatan (take off) karena ada pesawat Wings Air sedang akan mendarat, bukan sukhoi,” kata Novyan.

www.tribunnews.com

Loading...