loading...
Foto/Humas

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk Kabupaten Karanganyar mengalami penurunan hampir Rp 2 miliar. Namun penurunan itu diklaim imbas dari dampak baik kesadaran masyarakat tentang bahaya mengonsumsi rokok.

“Pada 2018 lalu, Pemkab menerima pendapatan dari DBHCHT Rp 14 miliar. Sedangkan tahun ini turun menjadi Rp 12 miliar,” kata Kepala Bagian Perekonomian Setda Pemkab Karanganyar, Nur Rochmah Triastuti kepada peserta sosialisasi cukai di Gedung Guru SD, Cangakan, Karanganyar Kota, Rabu (24/4/2019).

Baca Juga :  Tepat Hari Lebaran, Semua Pasien Positif Covid-19 Karanganyar Dinyatakan Sudah Sembuh. Zero Kasus Positif, Tapi Bupati Tetap Sedih..

Meski menurun, besarannya tertinggi di wilayah eks Karisidenan Surakarta. Alasannya, Karanganyar memiliki petani tembakau dan pabrik rokok lumayan besar.

Nur Rochmah menguraikan penyaluran DBHCHT difokuskan ke petani dan masyarakat di bidang infrastruktur publik. Termasuk membiayai pasien yang menderita akibat terpapar asap rokok.

Baca Juga :  Kabar Baik, Mulai Pekan Depan Obyek Wisata di Karanganyar Kembali Dibuka. Tapi Tidak Untuk Satu Jenis Wisata Ini!

“Selain itu, pembinaan lingkungan dan sosial,” jelasnya. Wardoyo