loading...
Sopir Bus Eka, Eko Suprastiyo. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Sopir Bus Eka yang kecelakaan maut dan menewaskan satu korban dan melukai 3 orang di Ring Road Utara Sragen wilayah Troblongan, Sidoharjo, Rabu (10/4/2019) malam, mengungkap sempat dilempar batu sesaat sebelum kejadian.

Eko Suprastiyo (38) sopir Bus Eka bernopol S 7549 US asal Junwatu RT 02/01 Junwangi, Krian Sidoarjo, Jatim itu mengaku langsung tak sadarkan diri terkena lemparan batu dari dua orang remaja tak dikenal di dekat lokasi kejadian.

Lemparan itu membuat dia kehilangan kesadaran dan bus kemudian hilang kendali.

“Awalnya dari Terminal Tirtonadi mau ke Surabaya. Karena belum waktunya masuk kota, tadi malam kita lewat ring road. Habis belok kanan, tahu-tahu ada motor boncengan ngebut dari depan. Begitu dekat, mereka pelan dan langsung melempar batu lalu kabur,” papar Eko ditemui JOGLOSEMARNEWS.COM usai diperiksa di Polres Kamis (11/4/2019).

Baca Juga :  Daftar Terbaru Provinsi dan Kabupaten/Kota di Indonesia Yang Mulai Terapkan New Normal di Tengah Pandemi Covid-19. Ternyata Tak Ada Nama Jawa Tengah, Sragen, Solo dan Karanganyar!

Eko menuturkan pelaku hanya sekali melempar batu. Namun batu yang sebesar genggaman itu tepat mengenai wajahnya sehingga langsung pingsan.

“Habis kena batu, saya sudah enggak bisa melihat. Tapi sempat dengar yang di dalam teriak-teriak rem-rem tapi saya sudah nggak bisa melihat lagi. Tahu-tahu sudah posisi di atas kursi dan dievakuasi ke rumah sakit,” tuturnya.

Eko mengatakan saat kejadian bus melaju dengan kecepatan antara 60-80 kilometer. Ia juga mengaku tak ada faktor kesengajaan atau mengemudi ugal-ugalan.

Ia juga meminta maaf atas timbulnya korban jiwa dalam kejadian itu. Akibat kejadian itu, ia mengalami luka sobek di bibir dan mendapat 10 jahitan.

Kemudian giginya tanggal 4 dan sempat mendapat perawatan intensif di RSUD Sragen.

Kondektus bus, Karyono (55) warga Jl Supriyadi, Malang, menuturkan pelempar batu terdeteksi dua orang remaja berusia di bawah 20 tahun. Menurut kesaksiannya, usai dilempar batu, sopir langsung tak sadarkan diri sehingga bus oleng lalu tak terkendali.

Baca Juga :  Update Corona Sragen 25 Mei, Melandai Tanpa Penambahan. Total 32 Warga Positif, 36 Pasien Masih Dirawat, 16 Meninggal Dunia

“Habis belokan itu, bus belum cepat baru jalan 50an kilometer/jam. Lalu papasan dengan pemotor tanpa helm. Mereka boncengan masih anak-anak di bawah 20 tahun. Pakai motor tanpa lampu tanpa helm. Begitu jarak 1 meter dari bus langsung lempar kaca dan kena sopir saya. Sopir langsung nggak sadar, bus jalannya jadi tak terkendali,” kata dia.

Saat ini, sopir masih diperiksa intensif di Polres. Sedangkan bus dan motor yang digasak diamankan sebagai barang bukti. Dari kondisi bus, bagian depan hancur dan memang ada bekas lubang bulat seperti lemparan benda keras.

Kasatlantas Polres Sragen, AKP Dani Permana Putra mengatakan kasus itu akan diungkap melalui konferensi pers siang ini. Wardoyo