JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Perhitungan Suara Pileg 2019 di Karanganyar Memanas. PDIP Klaim Temukan Selisih Suara di Beberapa Desa, Bawaslu Sebut Human Error 

Ilustrasi pleno rekapitulasi suara Pemilu 2019. Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

IMG20190419162804 652x489
Ilustrasi pleno rekapitulasi suara Pemilu 2019. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Proses rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 di Karanganyar berlangsung sedikit menghangat. PDIP mengklaim mengendus ada indikasi ketidakberesan dalam proses rekapitulasi daftar perolehan suara di tingkat desa.

Temuan itu disampaikan Ketua DPC PDIP Karanganyar, Endang Muryani, Senin (22/4/2019). Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Endang mengatakan pihaknya mendapat aduan dari kadernya perihal indikasi selisih perolehan suara di tahapan penghitungan tingkat desa.

Meski tak menyebut di desa mana dan berapa titik, namun ia menyampaikan indikasi itu ada terjadi tak hanya di satu titik saja.

“Entah itu kecurangan atau kesalahan saat penghitungan kami belum bisa matur. Yang jelas kader kami menemukan ada beberapa perbedaan dan selisih suara antara di plano dengan C1. Temuannya saat rekapitulasi di tingkat desa. Ini masih terus kami kawal,” papar Endang.

Baca Juga :  Diizinkan Lakukan Swab Test, RS PKU Muhammadiyah Karanganyar Malah Kebanjiran Pasien. Kamar Isolasi Covid-19 Sampai Full Pasien

Terpisah, Ketua Bawaslu Karanganyar, Nuning Ritwanita Priliastuti menyampaikan sejauh ini belum ada laporan terkait indikasi kecurangan dalam proses rekapitulasi suara di Karanganyar. Namun perihal indikasi selisih suara saat rekapitulasi di tingkat desa seperti yang ditemukan PDIP itu, menurutnya Bawaslu sudah mengawalnya dengan mengecek ke lapangan.

Baca Juga :  Bupati Karanganyar Ungkap Ada Aset Milik Pemkab Belum Bersertifikat. Tunjuk 3 Assisten Setda Tangani PTSL 18.500 Bidang

Hasilnya, ia memastikan perbedaan perolehan suara yang terjadi murni karena human error atau kesalahan petugas PPS saat melakukan penjumlahan atau menuliskan angka di formulir C1.

“Kalau indikasi kecurangan belum ada. Hasil pengawalan kami di lapangan, itu murni human error. Kita sudah mengawal ke lapangan bersama PPK dan saksi-saksi, setelah dilakukan pengecekan ulang selisih itu karena kesalahan petugas saat menulis saja.  Misalnya 14 hanya ditulis 4. Atau salah saat menjumlahkan. Tapi tidak ada unsur kesengajaan, karena memang plenonya sampai jam 1 malam lebih,” tukasnya. Wardoyo