loading...
Loading...
Putra almarhum Sugimin, Deni Gian Kurniawan. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Terungkapnya pelaku pembunuhan anggota DPRD Sragen, Sugimin (52) membuat kerabat almarhum lega. Misteri kematian yang sempat simpang siur akhirnya terkuak terang.

Keluarga pun meminta pelaku bisa dihukum setimpal dan seberat-beratnya atas perbuatanya yang dengan tega menghabisi DPRD asal Fraksi Golkar itu.

Putra sulung almarhum, Deni Gian Kurniawan kepada Joglosemarnews.com menyerahkan penanganan kasus itu sesuai dengan proses hukum yang ada.

Namun ia sangat berharap pelaku bisa dihukum setimpal atas perbuatannya.

Baca Juga :  Geger Warga Sidoharjo Sragen Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Tepi Sungai Bengawan Solo. Saat Ditemukan Tengkurap dan Kulitnya Gosong 

“Harapannya pelaku dihukum seberat-beratnya. Semua sudah ada hukum yang mengatur,” tuturnya ditemui di kediaman duka di Dukuh Karangnongko RT 10/3, Masaran, Sragen, Kamis (18/4/2019).

Deni mengaku sama sekali tak menyangka jika bapaknya bakal mengalami nasib tersebut. Soal perempuan yang membunuh, ia mengaku sempat bertemu setahun silam saat bapaknya sakit diopname di RS PKU Solo.

“Kalau dengar dia dosen iya, tapi enggak tahu kalau punya usaha konveksi juga. Saya ketemu sudah setahu lalu pas dia njenguk ke RS PKU Solo waktu Bapak sakit. Ya cuma sekali itu. Enggak nyangka kalau dia bakal tega begitu,” tutur Deni yang akrab disapa Deni CCS itu.

Baca Juga :  Warga Kandangsapi Jenar Geruduk Inspektorat Sragen Laporkan Dugaan Penyimpangan Mantan Kades. Diduga Sewakan Tanah Kas Desa Sampai 2024 Tanpa Lelang

Deni yang juga atlet binaraga itu menuturkan kali terakhir bertemu bapaknya sekitar dua pekan sebelum kejadian.

Kesibukannya mengelola fitnes center di Solobaru dan kesibukan bapaknya menjelang Pileg, memang membuat tak setiap hari bisa bertemu.

Baca Juga :  Buntut Pemalsuan Syarat PTSL dan Sertifikat Ganda, Kades Bonagung Diperiksa di BPN Sragen 

Namun saat dua pekan silam itu, ia dan bapaknya masih sempat ngobrol dan bercanda seperti karakter almarhum sehari-hari.

“Terakhir ketemu sempat ngobrol dan bercanda. Bapak nanya keluarga, gimana anak saya dan kerjaan. Beliau orangnya tegas tapi juga sering bercanda. Beliau orangnya penyayang dan enggak eman. Kami sangat kehilangan. Siapapun anak pasti akan rindu dan selalu butuh bimbingan orangtua kan Mas,” tutur Deni. Wardoyo

 

Loading...