Beranda Umum Nasional Setahun, Rp 9,2 Triliun Duit Negara Hilang Dikorupsi

Setahun, Rp 9,2 Triliun Duit Negara Hilang Dikorupsi

kasus suap
ilustrasi

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Selama tahun 2018, duit negara sebesar Rp 9,2 triliun hilang menjadi bancaan para koruptor.

Demikian rilis Indonesia Corruption Watch (ICW) yang merupakan rangkuman dari putusan perkara korupsi tingkat pengadilan negeri, pengadilan tinggi serta Mahkamah Agung.

“Permasalahan asset recovery masih jadi tantangan sendiri. Dengan kerugian negara sebesar Rp 9.290.790.689.756, upaya pengembalian kerugian tersebut belum maksimal,” ujar peneliti ICW, Lalola Easter, dalam diskusi di Kantor Pusat ICW Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (28/4/2019).

Easter mengatakan jumlah kerugian ini baru ‘diganti’ sebesar 8,7 persen saja, lewat pidana tambahan uang pengganti, yang sebesar Rp 805,064 miliar dan US$ 3,01 juta.

Easter mengatakan salah satu cara paling efektif untuk membuat jera para koruptor adalah dengan menjeratnya dengan pidana tambahan uang pengganti dan kombinasi dakwaan dengan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Baca Juga :  Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Terkait Materi Stand Up, Mahfud MD Siap Membela

Hal itu merupakan bentuk pemidanaan secara finansial, atau bisa disbeut memiskinkan koruptor.

Namun Easter menyayangkan langkah ini tidak diambil oleh sebagian besar penegak hukum.

“Di tahun 2018 hanya ada tiga terdakwa yang didakwa, dituntut, dan diputus menggunakan UU TPPU,” ujarnya.

Ia pun menyayangkan aparat penegak hukum yang tak pernah menggunakan pasal ini terhadap pelaku korupsi. Menurut Easter, ini menunjukkan adanya perbedaan perspektif dalam menyikapi kasus korupsi.

Padahal, kata dia mekanisme hukum sudah disediakan Undang-Undang, dan regulasi sudah memberi kewenangan bagi aparat penegak hukum untuk memindaklanjuti.

Baca Juga :  Partai Buruh Tegas Tolak Wacana Pilkada Tidak Langsung

“Tapi belum digunakan secara maksimal,” tutupnya.

www.tempo.co

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.