loading...
Loading...

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM– Solo Indonesia Culinary Festival (SICF) 2019 resmi dibuka Kamis (4/4/2019) malam. Ajang festival kuliner tahunan yang digelar tanggal 4-7 April 2019 tersebut diharapkan menjadi potensi wisata kuliner di Kota Solo.

Deputi Pemasaran Otorita Borobudur, Agus Rochiyardi, menuturkan, mengedepankan simbol budaya merupakan cara paling manjur untuk menaikkan pamor suatu tempat, termasuk di Kota Solo.

“Carala paling cepat, paling efektif dan paling halus untuk mempopulerkan suatu tempat ke pasar global adalah penggunaan simbol budaya. Orang belum tentu pernah pergi ke Jepang, namun sudah mengenal ramen, sushi maupun bento. Demikian juga orang sudah mengenal pizza dan pasta, meski belum pernah ke Italia,” urainya ewakili Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam sambutan SICF 2019, di Beteng Vastenburg.

Baca Juga :  Akan Ambil Paket Sabu, Residivis Kembali Dicokok Polisi

Terkait hal itu, SICF harus bisa menjadikan Solo semakin dikenal khalayak umum karena keistimewaan kuliner-kuliner tradisionalnya. Agus juga berharap promosi sejenis bisa dikembangkan lebih jauh dan mampu mendatangkan keuntungan bagi pelaku usaha.

Baca Juga :  Panglima TNI : Sebagai Alat Pertahanan, TNI Butuh Prajurit Profesional

“Apalagi di sektor pariwisata, pengeluaran wisatawan untuk kuliner berkisar 30-40 persen dari total pengeluarannya,” tukasnya.

Sementara itu, Lomba makan timlo menjadi ajang pembukaan SICF 2019 di Beteng Vastenburg. Selain itu, panitia juga membagikan sebanyak 2.500 porsi timlo kepada para pengunjung yang datang.

Baca Juga :  Lanud Adi Soemarmo Anjangsana ke YPAC Surakarta

“Kami memang sengaja mengangkat menu timlo karena sebagian masyarakat masih belum paham apa itu timlo, mereka tahunya soto. Menu ini dipersiapkan oleh ibu-ibu dari Dapoer Tempo Doeloe dan ‘Indonesian Chef Association’. Mereka kolaborasi dari mulai masak sampai penyajian. Harapannya ke depan timlo lebih dikenal lagi,” papar Ketua Panitia SICF 2019, Daryono. Triawati PP

Iklan
Loading...