loading...
Loading...
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berorasi dalam kampanye akbar di Stadion Utama GBK, Jakarta, Ahad, 7 April 2019. TEMPO

JAKARTA-Pasangan capres cawapres nomor uurt 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno diprediksi akan memenangi Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 17 April 2019 mendatang. Pasangan ini bahkan diperkirakan akan menguasai lima provinsi di Pulau Jawa.

Berdasarkan survei pada 26 Maret-2 April ini, Puskaptis menyebut paslon 02 unggul 47,59 persen. Sedangkan elektabilitas paslon 01 Jokowi-Ma’ruf Amin 45,37 persen, dan swing voters sekitar 7,02 persen.

Demikian hasil survei dari lembaga sigi Puskaptis (Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis) dalam paparan hasil surveinya di Hotel Ibis, Jakarta, Senin (8/4/2019.

Dalam kesempatan itu, Direktur Eksekutif Puskaptis, Husin Yasid menerangkan, lima provinsi di Pulau Jawa yang dikuasai Prabowo-Sandiaga tersebut adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, DIY dan Jawa Timur.

Dari survei itu disebutkan, DKI Jakarta, keunggulan pasangan nomor urut 02 berada di angka 57,55 persen, dan Jokowi-Ma’ruf 41,27 persen. Jawa Barat, Prabowo-Sandi memperoleh suara sebesar 56,58 persen dan pasangan nomor urut 01 sebesar 38,33 persen.

Baca Juga :  Bus Vs Bus di Tol Cipali, 7 Orang Tewas, Belasan Luka-luka

Wilayah Banten, Prabowo-Sandiaga 56,43 persen dan Jokowi-Maaruf 38,12 persen. Di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pasangan berjargon Adil dan Makmur ini unggul dengan perolehan 53,55 persen, sedangkan Jokowi-Maaruf 43,84 persen.

Yang mengejutkan adalah, kemenangan Prabowo-Sandiaga di Jawa Timur yang merupakan basis NU.Di mana nomor urut 02 unggul tipis 51,23 persen dari Jokowi-Maaruf yang mendapat suara sebesar 47,19 persen.

“Ada persepsi bahwa sosok Prabowo-Sandiaga dipandang mampu memperbaiki kondisi ekonomi saat ini serta memiliki karakter tegas dan berwibawa,” kata Husin.

Pulau Jawa merupakan pulau dengan pemilih terbesar sekitar 58,14 persen atau 107.982.593 pemilih.

Dikatakan Husin, survei dilakukan pada 26 Maret-2 April 2019, yang dilakukan secara proporsional di 34 provinsi. Jumlah responden sebanyak 2.100 orang dan berusia 17 tahun atau di atasnya dan telah menikah, serta tersebar baik di pedesaan maupun di perkotaan.

Baca Juga :  Pemuda Sukabumi Rakit Helikopter, Ahli Penerbangan: Kemungkingan Berhasil Kecil

“Survei dilakukan dengan Metode Multistage Random Sampling dan margin error kurang lebih 2,4 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen,” katanya.

Sebelumnya, pada Januari 2019, Puskaptis juga merilis hasil survei elektabilitas para kandidat Pilpres 2019. Dalam survei itu pasangan Jokowi-Ma’ruf masih unggul dengan perolehan 45,90 persen suara. Sedang Prabowo-Sandi memperoleh 41,80 persen suara, dan yang belum menentukan pilihan sebanyak 12,30 persen suara. Atau dengan kata lain selisih elektabilitas keduanya tinggal 4,1 persen.

Husin Yazid menambahkan, banyak latar belakang yang membuat responden kemudian memilih Prabowo-Sandi. “Di antaranya menginginkan perubahan dan presiden baru, sosok Prabowo-Sandi dipandang mampu memperbaiki kondisi ekonomi saat ini serta memiliki karakter tegas dan berwibawa,” katanya.

Baca Juga :  Duar.. ! Ditagih Uang Proyek, Anak Bupati Majalengka Malah Menembak Kontraktor

Sementara itu, mereka yang memilih Jokowi karena menganggap calon petahana tersebut mampu melanjutkan pembangunan, merakyat, dan berpengalaman.

“Selisih antara keduanya yang sangat tipis, sebagai petahana karena tingkat kepuasan publik terhadap kinerja kebijakan ekonomi rendah,” katanya.

Dalam survei tersebut diketahui, terdapat 46,61 persen yang menginginkan Jokowi jadi presiden lagi. Angkat tersebut menurutnya bukan angka yang aman bagi calon, apalagi untuk petahana.

“Perbedaan tingkat elektabilitas di bawah 10 persen dapat disimpulkan belum unggul secara signifikan dari calon pasangan nomor 2, mengingat waktu masih tersisa tiga bulan kedepan. Artinya masih terbuka peluang dalam meraih simpati publik dalam mengejar ketertinggalan bagi pasangan Prabowo-Sandi,” katanya.

www.tribunnews.com

Loading...