loading...
Loading...

JAKARTA, Joglosemarnews.com – Capres Prabowo sudah membuka calon-calon menterinya jika terpilih.  Namun Jokowi tidak melakukan hal itu.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Johnny G Plate mengatakan, sikap itu tak bakal dilakukan oleh Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Itu namanya sweet and candy. Menang aja belum sudah ngomong jabatan menteri,” ujar Johny saat dihubungi, Sabtu (13/4/2019).

Sejumlah nama politikus yang berkonsentrasi di bidang ekonomi belakangan santer digadang-gadang menjadi calon menteri perekonomian yang bakal digandeng pasangan capres Prabowo Subianto – Sandiaga Uno bila menang kontestasi.

Baca Juga :  Menaker: Pemegang Kartu Pra Kerja Terima Insentif, Bukan Gaji dan Maksimal Selama 3 Bulan

Dari puluhan nama yang beredar, mantan orang dekat Joko Widodo (Jokowi), seperti Sudirman Said dan Rizal Ramli, turut diramalkan berada di jajaran kabinet capres 02.

Johny menyebut, saat ini Jokowi belum membeberkan rencana nama-nama politikus maupun pakar atau profesional yang bakal menduduki jabatan kursi menteri perekonomian bila ia kembali terpilih.

Jokowi juga belum memiliki skema untuk nama calon menteri lainnya. Adapun tokoh yang menduduki kursi kabinet adalah hak prerogatif presiden.

Baca Juga :  Mahfud MD: Ada Indikasi Pesantren Radikal di Yogyakarta dan Magelang

Setelah presiden terpilih menunjuk jajaran kabinetnya, partai akan menyepakati. Saat ini, Jokowi memiliki sejumlah nama profesional serta politikus yang ahli di bidang ekonomi dan turunannya.

Dalam tataran TKN KIK, Jokowi memiliki tokoh seperti Arif Budimanta, Hendrawan Supratikno, Emil Salim, Roosdinal Salim, Emmy Hafild, dan Misbakhun.

Ihwal pemilihan jajaran kabinet ala Jokowi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya menceritakan penunjukannya yang penuh teka-teki.

Baca Juga :  Ditelepon Suruh Pulang, Sampai di Rumah, Wanita Ini Mendapati Suaminya Tewas Nggantung

Menurut Budi Karya, penetapannya sebagai menteri diinformasikan cukup mendadak oleh Mneteri Sekretaris Negara Pratikno pada 201 lalu.

“Setelah dilantik jadi menteri, saya baru diberi tahu Presiden kalau saya diminta jadi Menteri Perhubungan,” ujar Budi dalam wawancara, Jumat (12/4/2019) lalu.

Selama sekitar 15 menit, Jokowi meminta Budi Karya menggantikan posisi Ignasius Jonan. Dalam perbincangan itu, Jokowi menyampaikan visi-misi Kabinet Indonesia Kerja dan rencana pemerintah untuk pembangunan di bidang perhubungan hingga akhir masa jabatan.

www.tempo.co

Iklan
Loading...