loading...
Loading...
Tempo.co

JAKARTA, Joglosemarnews.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta masyarakat untuk mempercayai Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait hasil akhir penghitungam surat suara Pilpres 2019.

PBNU sendiri telah menaruh kepercayaan pada lembaga penyelenggara Pemilu tersebut akan berlaku jujur dan adil.

“Jadi kita harus sabar. Jangan dulu terburu-buru menjustice, dari hasil quick count, tapi kita sabar,” kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (19/4/ 2019).

Baca Juga :  Ini Pernyataan Prabowo Terkait Kerusuhan 22 Mei

Masalah perhitungan suara ini menjadi polemik setelah masing-masing pasangan calon presiden mendeklarasikan diri sebagai pemenang. Alhasil, kebingungan dan perpecahan di masyarakat kembali menyeruak.

Pasangan calon nomor urut 01, Joko Widodo – Ma’ruf Amin, dinyatakan unggul berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) dari sejumlah lembaga survei.

Sementara lawannya, pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno menyatakan diri memenangkan pilpres menurut hasil real count yang dijalankan oleh tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) milik mereka sendiri.

Baca Juga :  Kerusuhan Tanah Abang, Polisi Tangkap 69 Provokator Berasal dari Luar Jakarta

Said Aqil meminta masyarakat tak perlu terpecah gara-gara hal ini. Baik masyarakat maupun kontestan pemilu, harus mempercayai hasil akhir yang akan dikeluarkan KPU sebulan setelah pemilihan.

“Kita percayakan sepenuhnya, kepada KPU, Bawaslu, DKPP. Kita percaya, kita yakin mereka sudah punya sistem dan peralatan yang canggih, yang tak mungkin atau jauh dari kemungkinan mereka akan curang,” kata Said Aqil.

Pernyataan ini seakan menanggapi munculnya pernyataan dari Prabowo Subianto, yang telah tiga kali mendeklarasikan kemenangan di Pilpres 2019. Sedangkan Jokowi baru sekali dan mengatakan tetap menunggu hasil resmi dari KPU.

Baca Juga :  Polemik Ambulans Bawa Batu di Rusuh 22 Mei, Mobil Itu Sumbangan PT Arsari, Milik Adik Prabowo

www.tempo.co

Loading...