JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Awas, Ada Bumbu Instan dan Ikan Kaleng Kedaluwarsa Masih Beredar di Karanganyar. 8 Bahan Makanan Ditemukan Mengandung Rodhamin 

Sidak mamin oleh DKK Karanganyar. Foto/Istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Sidak mamin oleh DKK Karanganyar. Foto/Istimewa

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Memasuki hari raya lebaran 1440 H, Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar melakukan sindak makanan dan minuman di Pasar Jongke, Kecamatan Karanganyar Kota kemarin. Dari sidak tersebut diketahui beberapa bumbu cepat saji sudah kedaluwarsa dan makanan mengandung zat berbahaya seperti formalin dan rodamin B ditemukan.

Makanan dan minuman yang sudah kadaluwarsa kemudian diminta dipisahkan untuk tidak dijual kepada konsumen.

“Dari sidak ini, jika ada barang yang kadaluwarsa, kondisinya rusak, tidak layak diminta para pedagang untuk memusnahkan dan tidak dijual. Hal ini dilakukan agar konsumen dalam membeli mendapatkan barang yang terbaik,” papar Sekretaris Dinas Kesehatan Karanganyar, Fatkul Munir saat sidak di Pasar Jongke kepada wartawan.

Baca Juga :  Sebut Ada Pemaksaan Gamblang, Eks Ketua PSSI Karanganyar Desak Bupati Bekukan Kepanitiaan Kongres. Ketua Panitia Kekeh Kongres Jalan Terus No Problem

Dari sidak tersebut, tim Dinkes menemukan bumbu cepat saji dan ikan makarel kemasan kaleng yang sudah kadaluarsa. Selain itu, tim juga melakukan cek kandungan bahan makanan pada mi basah, kerupuk cumi, bakso, cendol teri dan lain-lain.

Ada 8 sample yang mengandung formalin dan Rodamin B.

Baca Juga :  Kemelut Jelang Konggres PSSI Karanganyar, Ketua Perkumpulan Aparatur Desa Karanganyar Serukan Gegeran Harus Dihentikan. Sebut Polemik Bikin Malu Karanganyar!

Sementara penjual kelontong di Pasar Jongke, Suradi mengatakan, ada empat bungkus bumbu saset yang sudah kadaluarsa, expired. Pihaknya mengaku lupa dan tidak melakukan pengecekan pada setiap barang.

Biasanya, jika ada pembeli yang menemukan kadaluwarsa, mereka meminta ganti dengan sendirinya.

“Kami akan lebih berhati-hati lagi dalam menjual barang dagangannya. Biasanya kami disetori oleh para agen. Jika memang ada barang yang tidak layak, akan diganti beberapa hari kemudian,” tandasnya. Wardoyo