loading...
Loading...

 

Tim Inafis Polres dan Polsek Sukodono saat mengidentifikasi korban gantung diri di Bendo, Sukodono, Minggu (26/5/2019) pagi. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Warga di Dukuh Mayah, Desa Bendo, Sukodono digegerkan dengan aksi bunuh diri yang dilakukan Juminah (57). Nenek asal Dukuh Mayah RT 23, itu ditemukan nekat gantung diri di gudang penyimpanan kayu di rumahnya.

Insiden tragis itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB bersamaan dengan waktu makan sahur. Data yang dihimpun di lapangan, kejadian bermula ketika sebelumnya korban dan suaminya, Sutorejo (75) dibangunkan untuk makan sahur oleh anaknya, Rini (40) dan Asep (47) sekira pukul 02.30 WIB.

Baca Juga :  Kejaksaan Sragen Tahan Mantan Bupati Agus. Dituduh Ikut Terima Aliran Kasda Semasa Bupati Untung Wiyono 

Setelah bangun, Suto kaget mendapati istrinya sudah tidak ada di kamar. Padahal sebelumnya, ia dan istrinya tidur di dalam kamar.

Karena curiga, ia kemudian setelah suami korban bangun kemudian mencari istrinya. Alangkah terkejutnya ketika ia mendapati sang istri sudah tak bernyawa dalam kondisi sudah menggantung di gudang tempat penyimpanan kayu.

Baca Juga :  Pendaftaran PPDB SMP di Sragen Dibuka 4 Juli. Disdikbud Pastikan Tetap Gunakan Sistem Online dan Zonasi 

Melihat kejadian itu, Suto langsung berteriak histeris sehingga datang anak serta tetangganya. Bersamaan dengan itu, perangkat desa setempat langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek setempat.

Setelah dievakuasi, Tim Polsek dan tim medis Puskesmas Sukodono langsung melakukan identifikasi terhadap jasad korban. Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas AKP Agus Jumadi mengungkapkan dari hasil pemeriksaan oleh dokter Puskesmas Sukodono dan tim Inavis Polres Sragen, diperoleh kesimpulan tak ditemukan tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban.

Baca Juga :  9 Perampok Beraksi di Masaran Sragen. Sekap 2 Satpam, Gasak Rp 280 Juta Dari Brankas Gudang Unilever 

Korban dinyatakan meninggal murni akibat gantung diri.

“Dari pihak keluarga telah membuat surat pernyataan bahwa menerima atas kematian korban dan tidak bersedia dilakukan otopsi pada korban. Selanjutnya korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” tandasnya. Wardoyo

Iklan
Loading...