JOGLOSEMARNEWS.COM Market Ekbis

Bank Sinarmas Tawarkan Modal untuk Petani Sragen. Plafon Hingga Rp 500 Juta, Berikut Ketentuannya! 

Foto/Wardoyo

IMG 20190517 222513
Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Bank Sinarmas Wilayah Surakarta, menawarkan program kerjasama bantuan modal kepada para petani di wilayah Sragen. Program modal diberikan bekerjama dengan CV Mutiara Bumi Gemolong Sragen melalui program Simas Agri.

Pimpinan PT Bank Sinarmas, Surakarta, Hendra Gunadi, menjelaskan untuk tahap awal bantuan modal diberikan dengan plafon 70% dari rencana  anggaran biaya (RAB), serta maksimal modal kerja sebesar Rp 500 juta.

“Sistem pembayaran dilakukan setelah masa panen selesai,” paparnya di sela kegiatan pemberian bantuan alat mesin pertanian di Gemolong, Sragen, Jumat (17/5/2019).

Baca Juga :  Bicara Olimpiade Tokyo, Billy Beras Optimis Bulutangkis Bisa Jaga Tradisi Emas. Kalau Nggak Ada, Malu Lah!

Untuk tahap awal, lanjutnya total keseluruhan bantuan modal kerja yang dikucurkan sebesar Rp 5 miliar.

Sementara itu, Direktur CV Mutiara Bumi, Hesti Yuliastanti mengungkapkan, dalam perjanjian kerjasama ini, pihaknya bertindak sebagai avails, yang bertanggungjawab terhadap seluruh pinjaman para petani.

Pengajuan bantuan modal kerja, sepenuhnya harus mendapatkan rekomendasi dari CV Mutiara Bumi.

“Kami yang bertanggungjawab terhadap seluruh pinjaman petani. Petani dapat pinjaman dari sinar mas berdasar penilaian kami. Jika tidak ada rekomendasi dan sertifikat, maka pinjaman bantuan modal kerja tidak akan disetujui,” kata dia.

Baca Juga :  Update Corona Sragen Hari Ini, 18 Warga Sragen Dinyatakan Terpapar dan 2 Orang Kembali Meninggal Hari Ini. Jumlah Kasus Capai 5821, 5272 Sembuh dan 381 Meninggal Dunia

Mengenai sistem pembayaran, menurut Hesti, dilakukan setelah masa panen.

Sistem pembayaranya yakni gabah petani dibelinya dengan harga pasar. Hasilnya kemudian dipotongkan pinjaman moda kerja yang telah diberikan.

“Yang jelas, kami menjamin, harga gabah, disesuaikan dengan harga pasar, sehingga para petani tidak rugi,” pungkasnya. Wardoyo