JOGLOSEMARNEWS.COM Market Ekbis

Bank Sinarmas Tawarkan Modal untuk Petani Sragen. Plafon Hingga Rp 500 Juta, Berikut Ketentuannya! 

Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Bank Sinarmas Wilayah Surakarta, menawarkan program kerjasama bantuan modal kepada para petani di wilayah Sragen. Program modal diberikan bekerjama dengan CV Mutiara Bumi Gemolong Sragen melalui program Simas Agri.

Pimpinan PT Bank Sinarmas, Surakarta, Hendra Gunadi, menjelaskan untuk tahap awal bantuan modal diberikan dengan plafon 70% dari rencana  anggaran biaya (RAB), serta maksimal modal kerja sebesar Rp 500 juta.

“Sistem pembayaran dilakukan setelah masa panen selesai,” paparnya di sela kegiatan pemberian bantuan alat mesin pertanian di Gemolong, Sragen, Jumat (17/5/2019).

Baca Juga :  Heboh Kemunculan Jenglot di Mondokan Sragen. Satu Jenglot Besar Diambil Warga, Langsung Muncul Satu Lagi Jenglot Lebih Kecil

Untuk tahap awal, lanjutnya total keseluruhan bantuan modal kerja yang dikucurkan sebesar Rp 5 miliar.

Sementara itu, Direktur CV Mutiara Bumi, Hesti Yuliastanti mengungkapkan, dalam perjanjian kerjasama ini, pihaknya bertindak sebagai avails, yang bertanggungjawab terhadap seluruh pinjaman para petani.

Pengajuan bantuan modal kerja, sepenuhnya harus mendapatkan rekomendasi dari CV Mutiara Bumi.

“Kami yang bertanggungjawab terhadap seluruh pinjaman petani. Petani dapat pinjaman dari sinar mas berdasar penilaian kami. Jika tidak ada rekomendasi dan sertifikat, maka pinjaman bantuan modal kerja tidak akan disetujui,” kata dia.

Baca Juga :  Kejamnya Kelewatan, Majikan Penyiksa TKW Asal Sragen di Arab Saudi Akhirnya Dilaporkan ke Polisi. Disnaker Pastikan Surani Tinggal Tunggu Kepulangan

Mengenai sistem pembayaran, menurut Hesti, dilakukan setelah masa panen.

Sistem pembayaranya yakni gabah petani dibelinya dengan harga pasar. Hasilnya kemudian dipotongkan pinjaman moda kerja yang telah diberikan.

“Yang jelas, kami menjamin, harga gabah, disesuaikan dengan harga pasar, sehingga para petani tidak rugi,” pungkasnya. Wardoyo