loading...
Loading...
Foto/Humas Polda

PURWOREJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Selama empat belas hari pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2019, yakni sejak tanggal 29 April hingga 12 Mei 2019, Satlantas Polres Purworejo telah menindak ribuan pelanggar lalu lintas.

Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong melalui Kasatlantas Polres Purworejo AKP Nyi Ayu Fitria Facha saat dikonfirmasi mengungkapkan, dalam kurun waktu tersebut ada 1.648 pelanggar lalu lalu lintas yang berhasil ditindak oleh petugas.

Dari jumlah tersebut 1.055 merupakan pelanggaran ringan sehingga hanya dilakuka teguran.

Baca Juga :  Tak Kapok Dipenjara, Pemuda Ompong Kembali Bikin Ulah. Akhirnya Dibekuk Polres Kudus Gara-Gara Maling Ini 

Yang terpaksa kami berikan penindakan berupa tilangan ada 593 pelanggar, dan yang hanya ditegur ada 1.055 pelanggar,” paparnya saat dikonfirmasi, Rabu (15/05/2019) dilansir Tribratanews Polda Jateng.

Lebih jauh dirinya mengungkapkan, selama pelaksanaan operasi juga telah terjadi 21 kejadian laka lantas. Dengan jumlah korban meninggal dunia ada 7 orang, 14 orang mengalami luka ringan 14 orang. Sedangkan kerugian materi mencapai 9,6 juta rupiah.

Baca Juga :  Begini Kejutan Yang Disiapkan Anggota Jika Kapolda Jateng Berulang Tahun. Satu Persatu Pejabat Suapi Kapolda 

“Jika dibanding dengan tahun lalu, Angka tersebut meningkat, dimana pada tahun 2018 dalam pelaksanaan operasi yang sama terdapat 840 pengendara yang melanggar. Dari jumlah tersebut, 582 dilakukan teguran dan 248 penilangan. Adapun jumlah laka lantas sebanyak 13 kejadian,” papar Kasatlantas dilansir Tribratanews Polda Jateng.

Dengan peningkatan jumlah pelanggaran lalu lintas ini selain disebabkan ada peningkatan jumlah kendaraan, juga karena kesadaran masyarakat akan tertib lalu lintas menurun.

Baca Juga :  Kebakaran Hutan Melanda Wonosobo. Brimob Jateng Dikerahkan Padamkan Api 

Untuk itu pihaknya akan terus melakukan upaya penyadaran dengan kegiatan Dikmas lantas, antara lain, sosialisasi melalui media elektronik radio, pembinaan terhadap pelajar, tukang ojek, sekolah-sekolah dan pembagian stiker keselamatan.

Selain itu pemasangan spanduk, giat polisi sahabat anak serta kampanye keselamatan berlalu lintas.

“Tujuannya, agar kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas meningkat. Selama pelaksanaan operasi, pelanggaran didominasi karyawan/swasta. Di bawahnya, pengendara di bawah umur (pelajar),” pungkas Kasat Lantas. Wardoyo

Iklan
Loading...