JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Banyak Dikomplain, Pemkab Karanganyar Resmi Tutup TPS Jongke dan Jengglong. Bupati Sebut Sampah Seperti Teroris 

Foto/Humas
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Foto/Humas

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar akhirnya memutuskan untuk menutup Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Sampah di dua lokasi.

Dua TPS itu masing-masing TPS Jongke dan TPS Jengglong. Sedangkan satu TPS lagi di Nglanu, Kecamatan Tasikmadu dipindah dengan lokasi yang lebih baik.

Banyaknya komplain dan protes warga menjadi alasan Pemkab menutup dua TPS itu. Penutupan itu juga diklaim sebagai wujud komitmen pemerintah untuk membebaskan kota Karanganyar dari tumpukan sampah.

“Sebagai solusi, nanti ada tiga unit mobil yang akan berkeliling mengambil sampah ke warga di lingkungan masyarakat perkotaan. Ini komitmen Pemkab mengatasi sampah di daerah perkotaan,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono usai secara simbolis melakukan penutupan dua TPS dan 1 TPS dipindah di TPS Jongke, Karanganyar Kota Rabu (29/05/2019).

Baca Juga :  Terhantam Pandemi Covid-19,  Mata Trans Kehilangan Omset Rp 19 Miliar. Masih Bisa Bagikan CSR untuk Masyarakat

Bupati menjelaskan armada yang disiapkan itu nantinya akan beroperasi mengambil sampah di kota itu akan dibawa ke TPS Sukosari.

Sementara bekas lokasi TPS yang ditutup, nantinya akan digunakan untuk perluasan parkir atau ruang publik.

Menurut Bupati, sampah adalah ibarat teroris. Karena keberadaannya selalu dijauhi, semua tidak mau dan membuangnya secara sembarangan.

Pihaknya juga meminta kelurahaan untuk mensosialisasikan pemungutan sampah ke rumah tersebut.

“Sampah di sejumlah tempat akan menimbulkan cek-cok atau ribut dengan tetangga yang lain. Makanya kami minta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memberikan jadwal waktu pengambilan sampah ke warga sehingga tidak ada tumpakaan sampah,” imbuhnya.

Baca Juga :  Ini Pesan yang Disampaikan Anggota DPR RI Komisi IV FPKB Mbak Luluk Ketika Mendampingi Menteri LHK Saat Sambangi Karanganyar

Sedangkan pengelolaan sampah di Desa sudah dilakukan MOU dengan Pemerintah desa. Yakni sampah selesai di tingkat desa masing-masing.

Hanya saja, pihaknya akan memberikan sarana dan prasana atau fasilitas sehingga bisa diselesaikan dengan baik di desa.

“Kami sudah deklarasi sampah tuntas di desa. Volume tidak terlalu banyak bisa diolah, yakni dengan menyerap tenaga kerja,” tambah Yuli.

Sementara Kepala DLH Karanganyar, Edy Yusworo mengatakan penutupan dan pemindahaan lokasi TPS itu merupakan program Pemkab Karanganyar. Sanitasi total berbasis masyarakat harus menutaskan sampah.

“TPS yang ditutup di Jongke dan Jenglong. Sedangkan di TPS Nglanu dipindah,” ungkap Edy. Wardoyo