loading...
Foto/Humas

KARANGANYAR, JOGLOSEMAR NEWS.COM Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar akhirnya memutuskan untuk menutup Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Sampah di dua lokasi.

Dua TPS itu masing-masing TPS Jongke dan TPS Jengglong. Sedangkan satu TPS lagi di Nglanu, Kecamatan Tasikmadu dipindah dengan lokasi yang lebih baik.

Banyaknya komplain dan protes warga menjadi alasan Pemkab menutup dua TPS itu. Penutupan itu juga diklaim sebagai wujud komitmen pemerintah untuk membebaskan kota Karanganyar dari tumpukan sampah.

“Sebagai solusi, nanti ada tiga unit mobil yang akan berkeliling mengambil sampah ke warga di lingkungan masyarakat perkotaan. Ini komitmen Pemkab mengatasi sampah di daerah perkotaan,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono usai secara simbolis melakukan penutupan dua TPS dan 1 TPS dipindah di TPS Jongke, Karanganyar Kota Rabu (29/05/2019).

Bupati menjelaskan armada yang disiapkan itu nantinya akan beroperasi mengambil sampah di kota itu akan dibawa ke TPS Sukosari.

Baca Juga :  Bakar Semangat Ribuan Kader, Ketua AMPG Karanganyar Ilyas Almadani Gelorakan Target 5 Kursi DPRD di Pileg 2024 Dari Kader-Kader Muda AMPG

Sementara bekas lokasi TPS yang ditutup, nantinya akan digunakan untuk perluasan parkir atau ruang publik.

Menurut Bupati, sampah adalah ibarat teroris. Karena keberadaannya selalu dijauhi, semua tidak mau dan membuangnya secara sembarangan.

Pihaknya juga meminta kelurahaan untuk mensosialisasikan pemungutan sampah ke rumah tersebut.

“Sampah di sejumlah tempat akan menimbulkan cek-cok atau ribut dengan tetangga yang lain. Makanya kami minta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memberikan jadwal waktu pengambilan sampah ke warga sehingga tidak ada tumpakaan sampah,” imbuhnya.

Sedangkan pengelolaan sampah di Desa sudah dilakukan MOU dengan Pemerintah desa. Yakni sampah selesai di tingkat desa masing-masing.

Hanya saja, pihaknya akan memberikan sarana dan prasana atau fasilitas sehingga bisa diselesaikan dengan baik di desa.

Baca Juga :  Penampakan 177 Motor Dinas Baru Yamaha N Max Yang Akan Dibagikan Untuk Semua Kades di Karanganyar. Harganya Dibanderol Rp 27,5 Juta Per Unit

“Kami sudah deklarasi sampah tuntas di desa. Volume tidak terlalu banyak bisa diolah, yakni dengan menyerap tenaga kerja,” tambah Yuli.

Sementara Kepala DLH Karanganyar, Edy Yusworo mengatakan penutupan dan pemindahaan lokasi TPS itu merupakan program Pemkab Karanganyar. Sanitasi total berbasis masyarakat harus menutaskan sampah.

“TPS yang ditutup di Jongke dan Jenglong. Sedangkan di TPS Nglanu dipindah,” ungkap Edy. Wardoyo