JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Dispenduk Catpil Sragen Umumkan Blangko E-KTP Kembali Habis.  Sementara Digantikan Suket, Layanan Perekaman Tetap Jalan 

Haryatno Wahyu L Wiyanto. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Haryatno Wahyu L Wiyanto. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) kembali dihadapkan problem kekurangan blangko E- KTP. Saat ini, kondisi blangko E-KTP dilaporkan sudah habis sejak beberapa hari terakhir.

Atas kondisi itu, dinas kembali bakal memberlakukan penggunaan Surat Keterangan (Suket) sebagai pengganti KTP. Kekosongan blangko itu tidak hanya terjadi di Sragen saja, tetai juga dialami daerah-daerah lain di Indonesia.

“Blangko KTP sudah habis, sejak Jumat (24/5/2019), kami mengeluarkan Suket sebagai pengganti KTP sambil menunggu pasokan blangko dari pemerintah pusat,” kata Kepala Dispendukcapil Haryatno Wahyu Lwiyanto kepada wartawan.

Wahyu mengatakan, terkait hal ini pihaknya sudah menyampaikan kepada masyarakat agar mereka bisa memakluminya. Dia memastikan bila Suket fungsinya sama persis dengan KTP dan bila nanti pasokan blangko KTP sudah datang, Suket yang beredar akan diganti dengan KTP.

Baca Juga :  Dipatok Salah Satu Ular Berbisa nan Mematikan, Nenek 65 Tahun asal Sidoharjo Dilarikan ke RSUD Sragen. Petugas Ketar-ketir Kalau Bisa Sampai Menyebar

Menurutnya informasi terakhir dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) diperoleh keterangan masih ada stok terakhir blangko KTP sebanyak 800 ribu keping. Namun, jumlah itu harus dibagi untuk kabupaten dan kota lain di Indonesia.

“Kami belum tahu, apakah dari stok terakhir itu masih dapat alokasi atau tidak, sebab harus berbagi dengan daerah lain di Indonesia,” terangnya.

Baca Juga :  Lewati 6 Kali Swab Test, Kuli Panggul Positif Covid-19 Asal Tanon Sragen Akhirnya Dinyatakan Sembuh. Sempat 27 Hari Jalani Perawatan Intensif

Wahyu tak menampik selama ini pemohon KTP di Sragen terbanyak adalah untuk pergantian status perkawinan lalu pindah alamat.

Menjelang libur panjang Lebaran biasanga memang banyak para pemudik atau perantau yang mudik dan menyempatkan diri untuk mengurus administrasi kependudukan mereka.

Pihaknya juga bakal menyiapkan petugas yang piket untuk melayani mereka.

“Pengalaman yang sudah-sudah seperti itu, saat libur Lebaran banyak para perantau dari luar pulau atau bahkan luar negeri yang mudik dan mengurus dokumen kependudukan mereka,” tegas Wahyu. Wardoyo