JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Ditawari Jadi Menteri di Kabinet Jokowi-Ma’ruf, Ahok Membantah

ahok disebut BTP
tempo.co
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Disebut-sebut mendapat tawaran untuk menjadi menteri di kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membantahnya.

“Enggaklah, mana gue jadi menteri?” kata Ahok di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (30/4/2019) malam.

Sebelumnya, beredar kabar di media sosial nama Ahok bakal masuk sebagai salah satu menteri Jokowi-Ma’ruf. Ahok disebut-sebut bakal mendapat posisi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Ma’ruf Amin sendiri mengatakan, kubunya memilih untuk merahasiakan siapa saja yang akan mengisi kursi menteri. Ma’ruf menyebut, deklarasi kabinet tak perlu diumumkan sekarang.

Baca Juga :  HUT Polri ke-74, Jokowi: Sembari Tangani Covid-19 Jangan Lupa Pilkada Serentak

“Tidak perlu dikeluarkan sekarang. Karena kita bekerja dulu, menang dulu lah. Menang saja belum, kok sudah dikeluarkan?” kata Ma’ruf lewat keterangan tertulis, Jumat (29/3/2019) kemarin.

Sebagaimana diketahui, pemilihan presiden berlangsung pada 17 April 2019. Usai pencoblosan, hasil hitung cepat alias quick count sejumlah lembaga survei menunjukkan Jokowi-Ma’ruf mengungguli pasangan capres-cawapres nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Perolehan suara Jokowi-Ma’ruf di kisaran 54-55 persen.

Baca Juga :  Temuan Masalah di Kartu Prakerja, KPK Berharap Tak Sampai ke Penindakan

Meski begitu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum mengumumkan secara resmi presiden dan wakil presiden terpilih. Penghitungan suara atau real count masih berjalan hingga kini. Rekapitulasi dilakukan pada 18 April-22 Mei 2019.

Akankah Ahok kelak ditawari bursa menteri Jokowi-Ma’ruf? Yang jelas, dalam laman Situng KPU Rabu, 1 Mei 2019 sekitar pukul 07.00 WIB, untuk sementara tercatat Jokowi-Ma’ruf memperoleh suara 55,99 persen. Sementara suara untuk Prabowo-Sandiaga sebesar 44,01 persen.

www.tempo.co